Prof. Kahar Muzakir adalah seseorang yang ikut berjuang untuk merebut kemerdekaan. Ia dilahirkan ditengah-tengah keluarga ulama pada tanggal 16 September 1907 di Kampung Gading, sebelah selatan alun-alun selatan Kraton Yogyakarta, dan dibesarkan di Kampung Selokraman, Kotagede sebelah tenggara Kota Yogyakarta. Dari lingkungan keluarga yang mengalir darah patriotisme, ulama dan sifat-sifat mulia…
Dalam usia yang muda Dr. Wahidin Sudirohusodo telah tertarik kepada masalah-masalah pendidikan dan telah ikut memperhatikan, memikirkan serta memperbaiki nasib bangsanya, terutama keadaan pendidikan rakyat yang masih jauh terbelakang. Dalam sejarah hidup dan perjuangannya, baik dalam masa sebelum Pergerakan Nasional maupun dalam masa Pergerakan Nasional, ia telah bergerak dan berjuang dalam ber…
Awal abad 20 adalah sebagai tolak ukur dari gerakan pembaharuan Islam di Indonesia, terutama di bidang politik. Dua macam gerakan ini, masing-masing dari gerakan pembaharuan yang berlandasan agama diwakili oleh Haji Agus Salim dan gerakan untuk menghadapi nilai-nilai barat dengan jalan kooperasi yang dilakukan oleh Muhammad Husni Thamrin melalui Gemeentered dan Volksraad. Sebagai tokoh dalam ge…
Proses demokrasi yang berkembang di DIY, pada awalnya dapat dilihat yaitu periode pengembangan demokrasi di desa pada masa kekuasaan penuh Kasultanan dan Pakualaman; periode dimana pemerintahan harus berjalan dibawah haluan politik ”Demokrasi Terpimpin” dengan basis kekuatan ideologi NASAKOM. Di masa Orde Baru, desa telah dijadikan unit terbawah tangan kekuasaan (negara) yang paling bawah. …
Pada zaman dimana agama Islam sudah mempunyai pengaruh besar di masyarakat baik yang berhubungan dengan agama maupun bagi kehidupan, pada zaman itu pula masuklah nilai moral yang bersumberkan ajaran agama Islam kedalam masyarakat Yogyakarta. Keadaan pendidikan di daerah Yogyakarta pada zaman pengaruh budaya Barat adalah lahirnya sekolah Muhammadiyah yang bercorak Islam dan nasional serta lahirn…
Indonesia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang kemerdekaannya direbut dengan melalui cucuran darah, keringat dan air mata. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan itu, ternyata para seniman mempunyai andil yang cukup besar. Ini terbukti dari peran serta dan keterlibatannya dalam ikut berjuang dalam pertempuran demi pertempuran yang berlangsung sejak tahun 1945 sampai dengan tahun 1949 …
Sukarno dan Kyai Haji Ahmad Dahlan adalah tokoh-tokoh pemikir dalam paham kebangsaan yang tidak asing bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Rasa kebangsaan Soekarno dikatakan dengan tegas yaitu sikap konfrontasi terhadap imperialisme dan kolonialisme. Perjuangan untuk melenyapkan imperialisme dan kolonialisme terlihat ketika tahun 1955 menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika yang berhasil merumuska…
Para ulama sejak sebelum proklamasi sudah aktif berjuang dengan gigih. Lebih lagi pada zaman revolusi fisik mereka ikut mempertahankan kemerdekaan. Hal ini dapat ditelusuri dari kisah pertempuran Kotabaru 7 Oktober 1945. Selain persiapan diplomasi, para pejuang yang dimotori oleh ulama juga mempersiapkan fisik lainnya yang mendukung keberhasilan dalam merebut senjata Jepang yang ada di markas B…
Agresi Militer II Belanda ke Ibukota Negara Republik Indonesia, Yogyakarta, pada tanggal 19 Desember 1948 oleh tentara pendudukan Belanda, menyebabkan banyak pemimpin pemerintahan ditangkap. Pemimpin-pemimpin yang masih sempat menyingkir ke luar kota melanjutkan perlawanan terhadap Belanda secara perang gerilya. Perang gerilya disebkan oleh situasi ynag sangat mendesak, juga karena kondisi yang…
Moh. Hatta, HOS. Tjokroaminoto dan IJ. Kasimo adalah tokoh-tokoh pemikir paham kebangsaan yang tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Pribadi dan pemikiran Moh. Hatta terbentuk di lingkungan keluarga yang sangat taat pada agama Islam dan anti penjajah. Pendirian, sikap dan pemikiran Hatta yang tegas, teguh dan bebas tercermin dalam perjuangannya baik selama masa pergerakan, masa merebut kemerd…