Awal abad 20 adalah sebagai tolak ukur dari gerakan pembaharuan Islam di Indonesia, terutama di bidang politik. Dua macam gerakan ini, masing-masing dari gerakan pembaharuan yang berlandasan agama diwakili oleh Haji Agus Salim dan gerakan untuk menghadapi nilai-nilai barat dengan jalan kooperasi yang dilakukan oleh Muhammad Husni Thamrin melalui Gemeentered dan Volksraad. Sebagai tokoh dalam ge…
Sukarno dan Kyai Haji Ahmad Dahlan adalah tokoh-tokoh pemikir dalam paham kebangsaan yang tidak asing bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Rasa kebangsaan Soekarno dikatakan dengan tegas yaitu sikap konfrontasi terhadap imperialisme dan kolonialisme. Perjuangan untuk melenyapkan imperialisme dan kolonialisme terlihat ketika tahun 1955 menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika yang berhasil merumuska…
Kolonel A. H. Nasution yang sering disapa dengan sebutan Pak Nas, pada masa Perang Kemerdekaan Kedua (1948-1949) dikenal sebagai seorang arsitek perang rakyat semesta. Konsep perang gerilya yang dikemukakan oleh Pak Nas meliputi seluruh aspek perjuangan gerilya dalam mempertahankan kemerdekaan, mulai dari taktik bertempur, menghindari agitasi, perhubungan, nonkooperasi, kekacauan dan kabar boh…
Moh. Hatta, HOS. Tjokroaminoto dan IJ. Kasimo adalah tokoh-tokoh pemikir paham kebangsaan yang tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Pribadi dan pemikiran Moh. Hatta terbentuk di lingkungan keluarga yang sangat taat pada agama Islam dan anti penjajah. Pendirian, sikap dan pemikiran Hatta yang tegas, teguh dan bebas tercermin dalam perjuangannya baik selama masa pergerakan, masa merebut kemerd…
Usaha untuk mengumpulkan, melestarikan dan selanjutnya mewariskan nilai-nilai luhur yang terkandung didalam peristiwa masa Orde Baru sampai Reformasi kepada generasi penerus perlu dilakukan baik itu dari sumber tertulis maupun dari sumber lisan. Sehubungan dengan itu upaya inventarisasi sumber sejarah baik itu sumber tertulis maupun lisan yang menekankan pada kenangan dan pengalaman para tokoh …
Keberadaan Tegal sudah lama dikenal sebagai kota pelabuhan, dan mencuat pada masa Mataram Islam difungsikannya sebagai pelabuhan penting pada masa itu. Selanjutnya tidak hanya Mataram saja yang menggunakannya, namun Belanda juga ikut memanfaatkannya apalagi Tegal mempunyai hasil bumi yang baik. Pada tahun 1942 tegal di bawah pemerintah Tentara Jepang. Dengan penuh harap akan adanya perbaikan, p…
LAPORAN PENELITIAN JARAHNITRA NOMOR 003/P/1995 Hasil-hasil penelitian yang diterbitkan ini adalah hasil penelitian yang menyangkut masalah nilai-nilai kesejarahan dan nilai-nilai budaya. Topik-topik hasil penelitian yang disajikan dalam nomor penerbitan ini adalah 1) Dagelan Mataram Dalam Lintasan Sejarah oleh Suhatno, BA mengungkapkan asal mula timbulnya Dagelan Mataram. 2) Mobilitas Sir…
LAPORAN PENELITIAN JARAHNITRA NO.014/P/1999 Penerbitan Laporan Hasil Penelitian Jarahnitra nomor 014/P/1999 ini memuat beberapa judul yaitu sebagai berikut : 1) Pengabdian Mas Lurah Tejowarno Dlaam Bidang Seni Karawitan oleh Suhatno, BA. Membahas mengenai keluarga dan pendidikan Mas Tejowarno dan mengenai pengabdian Mas Lurah Tejowarno dalam masyarakat khususnya pengabdian dalam biudang s…
Dalam sejarah perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme di Yogyakarta banyak kejadian, diantaranya Sultan Agung menyerang Batavia tahun 1628 dan 1629, Hamengkubuwono II melawan Belanda dan Inggris. Kolonialisme merupakan manifestasi dari kekuatan perampok politik dan ekonomi. Dalam menghadapi kekuatan ini, Sultan mengkombinasikan kekuatan fisik dan diplomasi. Kolonialisme menanamkan con…