Orang Biak Numfor adalah penduduk asli Papua yang berasal dari pulau Biak, Supiori, Numfor dan beberapa pulau kecil. Mereka memiliki sistem kekerabatan yang disebut keret. Dalam kepercayaan tradisional, mereka percaya pada Nanggi (dewa tertinggi), roh baik dan jahat, roh leluhur dan roh orang mati lainnya. Sebagai masyarakat bahari, laut merupakan media penghubung bagi mereka disamping mata pen…
ISLAM DI LEMBAH BALIEM KABUPATEN JAYA WIJAYA Masuknya Komunitas Dani ke dalam Islam didorong oleh tiga faktor utama; ekonomi, politik, dan hidayah. Proses keislaman komunitas Dani di Lembah Baliem melibatkan beberapa pihak yang cukup berperan dalam mempengaruhi, mengarahkan serta membimbing mereka dalam memilih Islam sebagai keyakinan baru yaitu para relawan PPIB yang kebetulan semuan…
Keberadaan orang Tobelo di Lemalas adalah sebuah proses panjang migrasi penduduk dari Maluku Utara ke Papua Barat, karena desakan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan wabah penyakit yang menimpa kampung halaman, sesuatu yang menggembirakan karena tempat tujuan baru yang dituju oleh orang Tobelo dihuni oleh penduduk lokal (orang Matbat) yang mau menerima kehadiran orang luar ke dalam lingkungan merek…
Sausapor merupakan salah satu wilayah yang pernah diduduki oleh tentara Jepang dan Sekutu pada Perang Dunia II (Perang Pasifik). Dalam rangka melaksanakan strategi ”loncat katak”, MacArthur berpendapat bahwa Papua merupakan jalan pintas menuju Filipina dan Tokyo. Tentara sekutu berperang melawan tentara Jepang di Papua mulai dari Teluk Tanah Merah, Wakde Sarmi, Biak hingga berakhir di Sausa…
Ransiki sebelum kontak dengan dunia luar masih merupakan daerah yang masih kosong dan berawah-rawah yang hanya terdapat beberapa kampung tetapi masih berjauhan, sebagian lainnya masih tinggal di gunung-gunung. Masyarakat yang ada di Ransiki berhubungan dengan masyarakat yang ada di sekitar tempat mereka dan juga melakukan kontak dengan suku lain yang ada di sekitar pulau tersebut. Masyarakat ya…
Keberadaan komunitas atau masyarakat Find ini, awalnya menempati tempat atau hak ulayat mereka masing-masing setiap marga/keret. Akan tetepi setelah masuknya Belanda di Papua, yakni melalui Injil mereka mulai hidup menempati satu tempat atau kampung. Walaupun demikian, mereka juga beberapa kali berpindah-pindah tempat atau kampung. Perpindahan mereka dari satu kampung ke kampung lainnya karena …
HIYAKHE JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL. 04 NO. 1 DESEMBER 2014
HIYAKHE JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL. 03 NO. 1 DESEMBER 2013