Rangkayo Hj. Syamsidar Yahya dilahirkan pada tanggal 11 November 1914 di Nagari Batagak Sumatera Barat dari pasangan Haji Yahya dan Siti Rafiah. Sebagai anak bangsa kita menyadari bahwa Rangkayo Hj. Syamsidar Yahya merupakan tokoh wanita yang memiliki peranan dalam berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, ahli berpidato, aktif di dunia politik dan telibat dalam mempertahankan kemerdekaan. U…
H. Kamardi Rais Datuk Panjang Simulie lahir di Nagari Aie Tabik (Air Tabit), Payakumbuh tanggal 13 Maret 1933. Dimasa hidupnya, beliau merupakan wartawan (senior) yang telah dikenal secara luas di Sumatera Barat, banyak menulis tentang sejarah, adat, agama, politik, pers dan lain-lain. Banyak sekali jabatan yang pernah dipegangnya, diantaranya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumate…
Dinamika Hubungan Minangkabau dan Negeri Sembilan Dalam Perspektif Sejarah adalah sebuah negeri yang berada di daerah pedalaman pelabuhan Malaka. Pada masa kejayaan Malaka, banyak orang Minangkabau yang berdagang di Bandar tersebut. Orang Minangkabau baru memegang peranan pada abad ke 15 setelah mereka memerintah di Negeri Sembilan. Kerajaan-kerajaan kecil selalu diganggu oleh orang Bugis seh…
Nagari Koto baru merupakan sebuah nagari yang dihuni oleh berbagai etnis, bahkan sebagai orang berpendapat kawasan ini adalah Indonesia mini. Kedatangan orang Jawa ke kawasan ini telah berlangsung sejak zaman penjajahan Belanda. Dalam konteks Nagari Koto Baru, orang Jawa yang datang pada periode awal ini bekerja untuk perkebunan Belanda di ophir. Mereka inilah yang menjadi orang pertama yang me…
Muhammadiyah mulai berdiri di Kabupaten Lahat, pada tahun 1925 M. Pada awalnya gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Lahat banyak mendapatkan tantangan dan reaksi penolakan dari masyarakat di Kabupaten Lahat, sebab gerakan Muhammadiyah banyak berlawanan dengan tradisi yang telah berkembang selama ini dengan alasan gerakan Muhammadiyah bertentangan dengan aliran Ahli Sunah Waljammah yang dianut seba…
A.A. Navis (1984) mengatakan bahwa Minangkabau tidak lebih sebagai kesatuan ideologis belaka, dan tidak menunjuk pada kesatuan administratif. Hal ini disebabkan karena masing-masing nagari di Minangkabau bersifat otonom, dalam mengatur dan menentukan wilayahnya sendiri. Artinya setiap nagari akan selalu memiliki aturan adatnya sendiri, yang dikenal dengan selogan adat salingkar nagari. Oleh seb…
Suku Anak Dalam (SAD) merupakan salah satu suku bangsa yang mendiami kawasan hutan dan memanfaatkan hutan sebagai tempat tinggal dan sumber mata pencaharian mereka. Berbagai konsep yang diberikan terhadap kelompok ini sepert Orang Kubu, Orang Rimba, dan Suku Anak Dalam. Bagi warga SAD sendiri tidak mengetahui secara persis sejarah nenek moyang mereka, namun menganggap bahwa mereka adalah bagian…
Buku yang berbentuk bunga rampai ini berjudul Menelisik Kekayaan Tradisi Masyarakat. Terdapat 4 (empat) tulisan dalam buku yang meretas tentang kekayaan tradisi masyarakat ini. Adapun keempat tulisan tersebut yaitu, (Pertama) Baagak Payuang Pada Masyarakat Kuranji Kota Padang 1980-2017 oleh Ajisman. Batagak Payuang pada masyarakat Kuranji pada dasarnya adalah upaya memperlihatkan atau menegakka…
BUNGA RAMPAI SEJARAH BENGKULU : BENGKULU DARI MASA KOLONIAL HINGGA ERA OTONOMI DAERAH