PEMBINAAN BUDAYA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Keluarga adalah merupakan tempat yang efektif untuk menanamkan dan membina nilai-nilai budaya, karena dalam keluarga anak belajar nilai budaya, peran sosial, norma budaya, dan adat istiadat dari orang tuanya dalam proses sosialisasi. Demikian pentingnya peranan orang tua dalam pembinaan anak, termasuk didalamnya pembinaan …
PENGETAHUAN, SIKAP, KEYAKINAN DAN PERILAKU DI KALANGAN GENERASI MUDA BERKENAAN DENGAN SISTEM PEWARISAN TRADISIONAL DI KOTA YOGYAKARTA Generasi muda sudah memperhatikan pergeseran keyakinan tentang cara pembagian waris secara hukum adat secara yang mengkombinasikan antara hukum adat dan hukum negara. Hal ini dilakukan dengan dalih untuk mengurangi rasa tidak puas salah satu/sebagian ahli wari…
SISTEM PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM BIDANG MATA PENCAHARIAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Pencaharian bercocok tanam merupakan usaha produksi dimana masyarakat mengolah dan memanfaatkan alam serta menggunakan sebagian sistem pengetahuannya berdasar atas kondisi dan situasi alam. Teknologi yang belum sepenuhnya dikatakan modern dibidang matapencaharian itu masih saja menggunakan bajak, cangk…
Awal abad 20 adalah sebagai tolak ukur dari gerakan pembaharuan Islam di Indonesia, terutama di bidang politik. Dua macam gerakan ini, masing-masing dari gerakan pembaharuan yang berlandasan agama diwakili oleh Haji Agus Salim dan gerakan untuk menghadapi nilai-nilai barat dengan jalan kooperasi yang dilakukan oleh Muhammad Husni Thamrin melalui Gemeentered dan Volksraad. Sebagai tokoh dalam ge…
Sukarno dan Kyai Haji Ahmad Dahlan adalah tokoh-tokoh pemikir dalam paham kebangsaan yang tidak asing bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Rasa kebangsaan Soekarno dikatakan dengan tegas yaitu sikap konfrontasi terhadap imperialisme dan kolonialisme. Perjuangan untuk melenyapkan imperialisme dan kolonialisme terlihat ketika tahun 1955 menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika yang berhasil merumuska…
Kolonel A. H. Nasution yang sering disapa dengan sebutan Pak Nas, pada masa Perang Kemerdekaan Kedua (1948-1949) dikenal sebagai seorang arsitek perang rakyat semesta. Konsep perang gerilya yang dikemukakan oleh Pak Nas meliputi seluruh aspek perjuangan gerilya dalam mempertahankan kemerdekaan, mulai dari taktik bertempur, menghindari agitasi, perhubungan, nonkooperasi, kekacauan dan kabar boh…
Moh. Hatta, HOS. Tjokroaminoto dan IJ. Kasimo adalah tokoh-tokoh pemikir paham kebangsaan yang tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Pribadi dan pemikiran Moh. Hatta terbentuk di lingkungan keluarga yang sangat taat pada agama Islam dan anti penjajah. Pendirian, sikap dan pemikiran Hatta yang tegas, teguh dan bebas tercermin dalam perjuangannya baik selama masa pergerakan, masa merebut kemerd…
Usaha untuk mengumpulkan, melestarikan dan selanjutnya mewariskan nilai-nilai luhur yang terkandung didalam peristiwa masa Orde Baru sampai Reformasi kepada generasi penerus perlu dilakukan baik itu dari sumber tertulis maupun dari sumber lisan. Sehubungan dengan itu upaya inventarisasi sumber sejarah baik itu sumber tertulis maupun lisan yang menekankan pada kenangan dan pengalaman para tokoh …
Keberadaan Tegal sudah lama dikenal sebagai kota pelabuhan, dan mencuat pada masa Mataram Islam difungsikannya sebagai pelabuhan penting pada masa itu. Selanjutnya tidak hanya Mataram saja yang menggunakannya, namun Belanda juga ikut memanfaatkannya apalagi Tegal mempunyai hasil bumi yang baik. Pada tahun 1942 tegal di bawah pemerintah Tentara Jepang. Dengan penuh harap akan adanya perbaikan, p…