Mobilitas sosial penduduk yang terjadi di Kota Bukittinggi disebabkan oleh faktor yang bersifat fisik dan non fisik. Faktor yang bersifat fisik meliputi daya tarik kota (daerah tujuan) dan daya dorong desa (daerah asal). Adapun faktor non fisik adalah merantau dalam budaya Minangkabau yang masih berlaku sampai saat ini, termasuk bagi masyarakat Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Proses mobilitas …
Buku dalam bentuk bunga rampai dengan judul Kekayaan Warisan Budaya Dalam Naskah ini merupakan kumpulan tulisan dari hasil penelitian. Buku ini merupakan hasil kajian peneliti terhadap beberapa naskah kuno yang mencerminkan kehidupan dan budaya masyarakat Nusantara, khususnya Melayu. Ada 3 (tiga) tulisan dalam buku ini, yaitu (Pertama) Syair Ikan Terubuk Pada Masyarakat Bengkalis : Kajian Ten…
Semenjak kemerdekaan Republik Indonesia telah membuat beberapa peraturan mengenai undang-undang Otonomi daerah. Undang-undang tersebut adalah Undang-Undang Nomor 1 tahun 1945, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1956, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1965 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa proses untuk mewujudkan otonomi daerah, mem…
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL.2 NO.2 NOVEMBER 2016
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL.3 NO.2 NOVEMBER 2017
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL.3 NO.1 JUNI 2017
Keberadaan media komunikasi dan informasi, seperti televisi, radio, majalah dan surat kabar di desa Batu Sembilan, telah mempengaruhi kehidupan sosial budaya masyarakat setempat. Kehidupan masyarakat desa ini yang dahulu sarat dengan nilai-nilai tradisional secara turun temurun, mengalami berbagai perubahan atau pergeseran yang terjadi secara langsung ataupun tidak langsung serta di sadari atau…