Naskah ini merupakan salah satu jenis karya sastra klasik yang ditulis dalam bentuk puisi tradisional Sunda (wawacan) dengan menggunakan pupuh. Tema utama Wawacan Cariosan Siti Salbiyah adalah tentang kontradiksi antara sifat baik dan sifat buruk (jahat), dimana yang baik pada akhirnya dapat mengalahkan yang jahat. Yang baik akan mendapatkan kebahagiaan, sedangkan yang jahat akan berakhir denga…
Wawacan Banten Girang ini menceritakan tentang peperangan yang terjadi antara Raja Bahujaya dari Banten Girang dengan raja Sukarma dari Lampung, yang akhirnya dimenangkan oleh raja Bahujaya. Raja Sukarma dibantu oleh sekutu-sekutunya dari negeri seberang, seperti Palembang, Bangkahulu, Padang dan Batak; sedangkan raja Bahujaya mendapat bantuan dari kedua putranya yang bernama Hariang dan Ciung …
Buku yang berjudul Seding Delapan Undang-Undang Adat Lembaga Raja Melayu (Daerah Bengkulu) ini membahas dua buah naskah, yang pertama membahas tentang penderitaan yang diakibatkan karena ditinggal mati oleh kekasihnya, sedangkan pada naskah yang kedua membahas tentang undang-undang yang bernafaskan agama Islam. Sebagai tinjauan secara umum, bahwa di dalam naskah itu tercermin adanya suatu nilai…
Penulisan sejarah kota Pariaman seperti yang dilakukan oleh Baginda Said Zakaria adalah usaha yang patut dihargai, meskipun beliau tidak mempunyai latarpendidkan sejarah. Cara penuturan cerita yang dilakukannya merupakan ciri penulisan sejarah tradisional yang mementingkan kronologis suatu peristiwa. KaryaSaid Zakaria dapat digolongkan sebagai karya penulisan monografi yang masih bersifat data …
Naskah Serat Babad Kadhiri yang menjadi objek dalam penelitian ini mempunyai ciridan keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan naskah-naskah babad pada umumnya. Biasanya naskah babad ditulis oleh sang empunya cerita tanpa menyebutkan atau menunjuk pada sumberbahan tertentu, jadi seolah-olah sang pencerita menyaksikan sendiri secara langsung segala peristiwa yang dikisahkannya. Sedangkan penu…
Wulang dalem PB IX digubah oleh Sunan Paku Buwana IX di Surakarta dengan menggunakan bentuk tembang macapat 'puisi Jawa Baru tradisional' yang terdiri atas : Murweng Kidung, terdiri dari 18 pupuh = 298 bait, Ari Sukra terdiri dari 13 pupuh = 117 bait, Murweng Karsa terdiri dari 4 pupuh = 55 bait, Kasmaran Jeng Sri Bupati terdiri 6 pupuh = 73 bait, Gandrung Asmara terdiri dari 4 pupuh = 41 bait,…
Salah satu sarana yang paling menentukan untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan watak dan tokoh-tokohepos Mahabharata adalah dalang. Khusus dalam pembicaraan watak tokoh, seorang dalang sebenarnya juga merupakan seorang psikolog. Namun, seorang dalang juga harus mampu membaca psikologi manusia secara kedaerahan. Hal ini karena tidak semua daerah memberikan penilaianyang sama terha…
Bagi masyarakat pendukung wayang, pertunjukkan wayang diangap mengandung konsepsi yang dapat digunakan sebagai pedoman dan perilaku atau perbuatan. Jalan cerita atau kisah-kisah dalam cerita pewayangan itu akan merangsang penonton untuk memperhatikan keseluruhan masalah yang ada di dalam cerita tersebut. Sampai dewasa ini wayang masih tetap merupakan sasaran yang sangat menarik untuk dikaji dan…
Nagari Sariak merupakan salah satu nagari yang terletak dalam Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam. Pemeliharaan komunikasi dan dialog kiranya menjadi pilar penting bagi KAN Nagari Sariak dalam memberikan kontribusi terhadap suksesi pemerintahan nagari. Meskipun masyarakat di setiap nagari di Minangkabau, termasuk di Nagari Sariak, mengikuti pola kesepakatan bahwa nan adaik salingka nagari, pu…
Tugas dan wewenang yang diberikan pada gampong sesuai dengan amanat qanun untuk saat ini dapat dikatakan cukup berat, walaupun pada dasarnya tugas dan wewenang tersebut merupakan tugas dan wewenang yang pernah dimiliki gampong pada masa lalu tetapi dengan sejarah sistem birokrasi pemerintahan di Indonesia yang selalu meminggirkan gampong, maka peran serta Keuchik sebgai pemimpin gampong dalam m…