Ampenan dan Lembar adalah dua pelabuhan yang berada di pantai barat Lombok dan menghadap ke Selat Lombok dengan situs berbeda. dari segi sejarah Ampenan berada pada jalur pelayaran dari barat ke timur atau sebaliknya, sedangkan Lembar berada di luarnya. Karena itu ampenan telah disinggahi kapal abad ke-19. Sementara itu Lembar mulai terdengar berperan sebagai pelabuhan pada awal abad ke-20 yang…
Barus dan Sibolga adalah dua kota pelabuhan yang terpisah sejauh 67 km, tetapi sama menghadap Samudera Hindia di Pantai daerah Tapanuli, bagian barat Sumatera Utara. Sebagai kota pelabuhan, Barus lebih dulu muncul daripada Sibolga, dan mencapai kejayaannya pada abad XVI. Bersamaan dengan pertumbuhan Barus sebagai kota pelabuhan dagang terjadi pula interaksi antarsuku bangsa Indonesia, dan antar…
Secara administratif wilayah Gilimanuk merupakan desa swasembada yang berkembang dari suatu perkampungan nelayan. pada jaman penjajahan Belanda, Gilimanuk pernah dilalui jalur pelayaran perdagangan Nusantara dari batavia yang akan menuju ke timur. Peningkatan fasilitas pelabuhan Buleleng di pantai Utara Bali, dan pelabuhan Benoa di pantai Selatan Bali merupakan salah satu faktor mulai tersisish…
Buku yang berjudul Korupsi Dalam Silang Sejarah Indonesia dari Daendels (1808 – 1811) sampai Era Reformasi ini bertujuan untuk memberikan semangat dalam perjuangan memberantas korupsi dengan mengedepankan sebuah contoh yang diambil dari sejarah modern sebagai refleksi bagi pemimpin Indonesia masa kini. Era Deandels dan Raffles adalah titik awal dari sebuah negara modern di Indonesia sebab pri…
Sebaruk merupakan salah satu kelompok masyarakat dalam rumpun Ibanik yang mendiami daerah-daerah sekitar perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Meski memiliki identitas nama kelompok yang sama, namun Sebaruk ini terbagi dalam dua wilayah ketumenggungan yang tidak saja mewakili dua wilayah kecamatan sekaligus kabupaten yang berbeda. Yaitu Sebaruk Ketungau Hulu, dipercaya sebelumnya berasal da…
Suku Anak Dalam merupakan bagian masyarakat Indonesia, yang dewasa ini masih dikategorikan sebagai suku terasing. Umumnya mereka hidup secara mengelompok di kawasan hutan, komunikasi dengan orang luar sangat terbatas, mereka mengenal kegiatan berladang pindah dan meramu, serta mereka mempunyai kepercayaan animisme dan dinamisme yang terkait dengan pengetahuan mereka tentang hutan. Yang perlu di…
Masuknya televisi sebagai media informasi dan hiburan di desa ini disadari atau tidak ternyata telah banyak membawa perubahan pada masyarakat Desa Melikan. Kenyataan demikian tidaklah mengherankan sebab lokasi Desa Melikan yang dapat dikatakan relatif jauh dari pusat kota, menyebabkan peran televisi sebagai media informasi menjadi cukup menonjol dan penting. Pengaruh positif dan negatif bisa di…
Dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Using masih mencerminkan keaslian walaupun sudah ada program pembangunan masuk ke desa Kemiren. Sebagian besar orang Using di Kemiren masih menggantungkan hidup dari lingkungannya sebagai petani meskipun ada juga yang menggeluti pekerjaan sebagai buruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pola kerja sehari-hari yang mereka lakukan banyak berkaitan denga…
Dalam memenuhi kebutuhan hidup bermasyarakat, orang using di Kemiren masih memegang teguh aturan-aturan adat yang dimilikinya. Sebagian besar masyarakat Using di Kemiren masih memiliki ikatan keluarga antara satu dengan lainnya. Nenek moyang mereka berasal dari tempat yang sama, yaitu Desa Cungking. Eratnya ikatan kekeluargaan menyebabkan masyarakat Using di Kemiren menjadi suatu masyarakat ter…
Naskah Seri Pengenal Budaya Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berjudul Flobamora ini terdiri dari beberapa bagian, meliputi Bagian Pertama adalah "Flobamora". Bagian ini menguraikan tentang letak dan kondisi daerah Nusa Tenggara Timur, baik itu mengenai alamnya, penduduk, maupun kehidupan sosialnya. Penduduknya terdiri atas berbagai suku dengan latar belakang budaya yang berlainan sehingga sepe…