Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of FUNGSI MUSIK DALAM UPACARA MARABUT TAMBANG DAN MANGULAMBU DAYAK TAMAMBALOH APALIN, DESA BENUA TENGAH, KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT
Penanda Bagikan

Text

FUNGSI MUSIK DALAM UPACARA MARABUT TAMBANG DAN MANGULAMBU DAYAK TAMAMBALOH APALIN, DESA BENUA TENGAH, KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT

TUTUP KUNCORO - Nama Orang; CAMERON MALIK - Nama Orang;

Musik bagi masyarakat Dayak Tamambaloh Apalin berperan vital dalam pelaksanaan proses ritual Marabut Tambang dan Mangulambu. Upacara Marabut Tambang dan Mangulambu pada masyarakat Dayak Tamambaloh Apalin Desa Benua Tengah merupakan sebuah ritual adat untuk menghormati leluhurnya. Ritual ini dilaksanakan dalam rangka melepas pantang para leluhur yang mempunyai garis keturunan bangsawan (kasta Samagat). Samagat adalah kasta tertinggi dalam sistem stratifikasi sosial Dayak Tamambaloh Apalin di Desa Benua Tengah, dimana keturunannya berhak dan wajib untuk ditancapkan tambang/patung apabila sudah meninggal. Penancapan ini dimaksudkan untuk mempertahankan status kebangsawanannya, yang mana akan diwariskan secara turun temurun kepada garis keturunannya. Pada pelaksanaan ritual ini, musik dianggap sebagai perangkat penting dalam prosesinya. Antara musik dan ritual tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam upacara Marabut Tambang dan Mangulambu ini. Peranan musik dalam upacara ini dapat didefinisikan memiliki “fungsi”. Istilah fungsi dalam konteks ini lebih kepada sifat peranannya yang sangat signifikan, yaitu ada keterkaitan secara sistem/struktur sosial budaya adat Dayak Tamambaloh Apalin. Bukti yang didapat dalam prosesi ritual ini yaitu bahwa musik digunakan sebagai penanda prosesi ritual. Artinya, musik berperan sebagai kunci dalam ritual, tanpa musik suatu prosesi tidak dapat berlangsung.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TDK - 780.7 (780-789) TUT K
Penerbit
DIY YOGYAKARTA : KEPEL PRESS., 2017
Deskripsi Fisik
x+87hlm; 15cm x 23cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-356-190-2
Klasifikasi
KBA - 780.7 (780-789)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • FUNGSI MUSIK DALAM UPACARA MARABUT TAMBANG DAN MANGULAMBU DAYAK TAMAMBALOH APALIN, DESA BENUA TENGAH, KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?