Text
DHARMA SASANA
Naskah lontar "Dharma Sasana" berbentuk puisi Bali tradisional yaitu geguritan yang ditulis dengan huruf Bali dan menggunakan bahasa Bali Kapara dan Jawa Kuna. Geguritan ini dirangkai dengan beberapa pupuh seperti : Ginanti, Semarandana, Sinom, Pucung, Mijil, Kumambang, Dandang, Girisa, Durma, Juru Demung, dan Megatruh. Nilai-nilai yang terkemas di dalam lontar "Dharma Sasana" pada umumnya berintikan ajaran agama Hindu. Namun walaupun demikian, Dharma Sasana" tidak tergolong ke dalam Smertti agama. Nilai-nilai tersebut adalah merupakan landasan-landasan dasar dari tuntunan perilaku di dalam kehidupan manusia di masyarakat. Nilai-nilai dasar tuntunan prilaku yang ditandaskan di dalam "Dharma Sasana" pada hakikatnya mencakup nilai-nilai tuntunan dalam kepemimpinan, pengendalian diri, dan nilai-nilai tata susila. Walaupun cara penuangan ide-ide dan gagasan-gagasannya masih bersifat intensif, imajinatif dan bahkan ada yang fiktif, namun secara esensial nilai-nilai yang dikandungnya penuh dengan ajaran-ajaran kebajikan yang relevan dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam Pancasila. Oleh karena itu, ciri-ciri tradisionalnya yang cenderung bersifat unicum tersebut dapat dikembangkan menjadi landasan dasar dalam pembinaan kepribadian bangsa Indonesia secara universal.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain