Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM BUDAYA ETNIK
Penanda Bagikan

Text

NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM BUDAYA ETNIK

I MADE PURNA - Nama Orang; I GUSTI NGURAH JAYANTI - Nama Orang; I WAYAN RUPA - Nama Orang;

Pendidikan multikultural merupakan respons terhadap perkembangan keragaman populasi sekolah, sebagaimana tuntutan persamaan hak bagi setiap kelompok. Hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan multikultural adalah pendidikan yang mencakup seluruh siswa tanpa membedakan kelompok-kelompoknya, seperti gender, etnis, ras, budaya, strata sosial, dan agama. Dalam aktivitas pendidikan manapun, peserta didik merupakan sasaran (objek) dan sekaligus sebagai subjek pendidikan. Oleh karena itu, dalam memahami hakikat pendidikan perlu dilengkapi pemahaman tentang ciri-ciri umum peserta didik. Oleh karena itu pemahaman multikulturalisme pada usia dini akan dapat lebih berdampak dan mengkristal mengapresiasi nilai-nilai yang sesungguhnya dan terjadi secara faktual di masyarakat. Multikultur dalam konteks Bali dapat dilihat dari proses historis pembentukannya. Bukti sejarah menunjukkan bahwa terdapat aspek budaya India dan Cina yang turut mempengaruhi kebudayaan Bali. Praktek multikulturalisme di Bali sesungguhnya telah ada sejak zaman raja-raja yang berkuasa di Bali. Hanya saja masyarakatlah yang sesungguhnya kurang memahami model-model ini. Misalnya sebuah istilah nyama selam. Beberapa contoh sebagai cerminan dari nilai-nilai multikultur dapat dilihat dalam ingatan sejarah masa lalu. Seperti yang terjadi di Buleleng terdapat peninggalan Alquran yang ditulis oleh seorang kerabat kerajaan Buleleng bernama I Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celaki. Peninggalan Alquran membuktikan bahwa mencerminkan suatu sikap toleransi yang telah terjadi pada masa itu. Melalui pendidikan multikulturalisme ini diharapkan akan dicapai suatu kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
PDP - 370.117 (370-379) IMA N
Penerbit
Bali : BPNB BADUNG., 2013
Deskripsi Fisik
ix + 62hlm; 16cm x 21cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-7961-13-5
Klasifikasi
PDP - 370.117 (370-379)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?