Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of IBUKOTA PONTIANAK 1779-1942 LAHIR DAN BERKEMBANGNYA SEBUAH KOTA KOLONIAL
Penanda Bagikan

Text

IBUKOTA PONTIANAK 1779-1942 LAHIR DAN BERKEMBANGNYA SEBUAH KOTA KOLONIAL

DANA LISTIANA, S.S - Nama Orang;

Pembangunan Ibukota Pontianak sebagai kota kolonial berlangsung dalam tiga tahap, yaitu pembentukan wilayah, penataan kota, dan pembentukan kota kolonial. Tahap pertama adalah lahirnya wilayah Ibukota Pontianak dari sebuah tanah hasil perjanjian yang disebut Tanah Seribu (Duizend Vierkanten Paal) antara VOC dengan pihak Kesultanan Pontianak pada5 Juli 1779. Penataan kota kolonial yang diterapkan sejak tahun 1819 dan berlanjut di tahap berikutnya tahun 1830 berupa pengelompokan wilayah berdasarkan peruntukannya (zoning area) dengan menempatkan komponen kota berdasarkan fungsinya dan pembangunan jalan secara hirarki (jalan utama dan pendukung) seperti di Eropa. Dalam tahap ini, Tanah Seribu mulai menampakkan pola perkotaan. Tahap akhir berupa pembentukan kota kolonial berlangsung seiring dengan status sebagai ibukota residensi yang disandang Pontianak sejak 1919. Perkembangan kota pun terpacu dengan dikembangkannya perbaikan kampung kota pada tahun 1934 dan berlakunya status sebagai geweest (kota, setingkat dengan gemeente) pada Pontianak. Secara umum, pembangunan kota kolonial di Pontianak menyerupai kota di Belanda dimana berdiri benteng lengkap dengan bastion-bastion, kanal-kanal, deretan rumah tinggal di sepanjang kanal, balai kota, jalan menyiku, dan bangunan umum lainnya. Perencanaan kota kolonial diimplementasi melalui tatanan hubungan antara berbagai penduduk kota, baik secara etnis, ras maupun ekonomi.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kalimantan Barat : BPSNT PONTIANAK., 2009
Deskripsi Fisik
96
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-8451-26-0
Klasifikasi
KBA (900-999)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • IBUKOTA PONTIANAK 1779-1942 LAHIR DAN BERKEMBANGNYA SEBUAH KOTA KOLONIAL
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?