Perubahan sosial di Kota Martapura dalam kurun waktu 1826 hingga 1942 tergolong ke dalam perubahan sosial yang disengaja (intended change). Adapun pemerintah kolonial Belanda adalah pelopor perubahan yang mengubah ideologi politik dasar masyarakat di wilayah Kesultanan Banjar dengan menghapus Kesultanan Banjar yang berarti menghapus landasan ideologi yang dianut masyarakat Banjar selama ini. Na…
Pembangunan Ibukota Pontianak sebagai kota kolonial berlangsung dalam tiga tahap, yaitu pembentukan wilayah, penataan kota, dan pembentukan kota kolonial. Tahap pertama adalah lahirnya wilayah Ibukota Pontianak dari sebuah tanah hasil perjanjian yang disebut Tanah Seribu (Duizend Vierkanten Paal) antara VOC dengan pihak Kesultanan Pontianak pada5 Juli 1779. Penataan kota kolonial yang diterapka…
ARSITEKTUR DI KOTA SULTAN PONTIANAK MANIFESTASI PERPADUAN BUDAYA Manifestasi pertemuan budaya terwujud dalam keseluruhan konstruksi bangunan. Unsur yang dominan adalah ciri khas arsitektur Melayu. Hal itu tercermin dari posisi sirkulasi bangunan yang lurus dengan jalan, komposisi bangunan induk yang simetris, terdapat pengulangan bentuk yang tampak pada tiang-tiang, pintu-pintu da…