Candi Borobudur merupakan karya agung nenak moyang Indonesia masa DInasti Syailendra abad ke 8 M, dan diakui sebagai warisan budaya dunia nomor 348 tanggal 13 Desember 1991, kemudian diperbaharui menjadi nomor C 592 tahun 1991. Studio Sejarah Restorasi Candi Borobudur merupakan wadah untuk memamerkan alat dan segala sesuatu pada masa restorasi Candi Borobudur mulai dari masa awal ketika baru di…
Masyarakat Indonesia menyimpan beragam kearifan lokal dalam berbagai aspek kehidupannya, tidak terkecuali untuk perawatan benda yang dianggap berharga oleh masyarakat tersebut. Salah satu contohnya adalah penggunaan jeruk nipis di lingkungan keraton dalam merawat keris yang telah dikembangkan menjadi bahan konservan cagar budaya berbahan besi. Berawal dari pemaham tersebut, Jurnal Borobudur Vol…
Keramik merupakan benda cagar budaya bergerak yang rentan terhadap kerusakan dan proses pelapukan. Konservasi perlu dilakukan terhadap keramik karena keramik rentan terhadap kerusakan fisik. Jenis kerusakan yang sering dijumpai pada benda cagar budaya keramik antara lain pecah, retak, kotor, endapan garam, dan hilangnya sebagaian fragmen. Masing-masing jenis kerusakan terjadi dengan intens…
WARTA KONSERVASI BOROBUDUR EDISI KE-2/DESEMBER 2012 Pada penerbitan kali ini, pada rubrik menampilkan artikel yang membahas tentang Studio restorasi Candi borobudur sebagai ruang publik konservasi pertama di Indonesia. Untuk rubrik serba-serbi disajikan mengenai beberapa kegiatan Balai Konservasi Borobusur. Sedangkan pada resensi buku membedah buku tentang Menyelamatkan Candi Borobudur dari Er…