Sejarah keberadaan Kota Lama dimulai ketika terjadi perjanjian penyerahan Kota Semarang antara Tumenggung Mertoyono dan Laksmana Cernelis Speelman tanggal 15 Januari 1678. Belanda (VOC) menduduki wilayah dekat muara Sungai Kali Semarang dan membangun benteng untuk pos dagang dan pertanahan. Perkembangan selanjutnya menjadi pusat pemerintahan dan permukiman elit orang Eropa yang ditandai dengan …
Bunga rampai berjudul “Bhumi Wurawan” ini merupakan hasil penelitian mendalam para peneliti Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta yang berangkat dari kegelisahan, tentang betapa rumitnya merajut benang kusut bernama sejarah kuna Indonesia. Beberapa artikel yang disampaikan dalam buku ini, merupakan hasil penelitian dan penemuan terbaru arkeologi, bukan hanya sarat akan makna dan simbol, melainkan…
Dalam kurun waktu setelah itu, sangat mungkin area yang sebagian besar sudah tertimbun tersebut menjadi hunian lagi atau setidaknya dimanfaatkan lagi, sebelum terjadi letusan dahsyat Gunung Kelud berikutnya pada tahun 1586 M dan seterusnya secara berselang-seling. Penderitaan kompleks bangunan suci Tondowongso yang dipicu oleh bencana politik dan dieksekusi oleh bencana alam rupanya tidak berhe…
Sejak masa Majapahit nama Lasem sudah disebut-sebut di berbagai catatan sejarah. Penelitian arkeologi pernah di lakukan di wilayah Lasem yaitu diantaranya di Caruban dan Bonang, sementara penelitian arsitektur juga pernah dilakukan terhadap bangunan-bangunan etnis Cina. Lasem ternyata memiliki kekayaan kultural yang tidak biasa-biasa saja, setidaknya dari perspektif arkeologi. Kekayaan data ca…
Kehadiran Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad VIII – X di Jawa menjadi salah satu akar peradaban bangsa Indonesia. Hingga kini bukti-bukti kejayaan peradabannya tersebar luas dan dapat saksikan, pelajari, dan digali makna leluhurnya. Bukti-bukti itu tidak hanya berwujud bangunan saja seperti candi, petirtaan, atau bangunan kuno lainnya, tetapi juga perkakas yang dipakai sehari-hari dan perleng…
Setelah diteliti selama beberapa tahapan sejak tahun 2009, terungkap bahwa situs Liyangan dulunya adalah permukiman kuno. Bagian-bagian dari permukiman itu ditemukan dalam kondisi yang lengkap. Bagian-bagian penting yang menunjukkan sebagai permukiman meliputi 3 (tiga) area, yaitu hunian, pemujaan, dan pertanian. Selain lengkap, bekas-bekas permukiman Liyangan kuno juga sangat jelas wujudnya. B…
BERKALA ARKEOLOGI VOL. 34 NO. 2 - NOVEMBER 2014
BERKALA ARKEOLOGI VOL. 37 NO. 2 - NOVEMBER 2017
BERKALA ARKEOLOGI XXIX NOVEMBER 2009