Suku Makassar adalah salah satu suku diantara empat suku bangsa utama yang berdiam di Sulawesi Selatan. Suku Makassar telah berkenalan dengan agama Islam sejak awal abad XVII. Dalam catatan harian kerajaan kembar Goa-Tallo yang disebut Lontarak Bilang, disebutkan bahwa agama Islam secara resmi diterima oleh kerajaan kembar Goa-Tallo pada 22 September 1605 M, atua 9 Jumadilawal 10410 H. Setelah …
Cerita rakyat Sulawesi Selatan adalah pencerminan hidup serta pernyataan sikap dan jalan pikiran masyarakat Sulawesi Selatan turun-temurun. Yang termasuk ke dalam buku Cerita Rakyat Sulawesi Selatan ini terdapat dua puluh cerita rakyat daerah Sulawesi Selatan. Kedua puluh cerita rakyat ini, adalah tokoh mitologis dan legendaris daerah yang berperan sebagai pahlawan, satria atau pelindung kebuda…
Naskah Tulkiyamat yang menjadi sumber Kajian dalam buku ini adalah salah satu naskah kuno dari daerah Sulawesi Selatan yang disebut dengan istilah Lontarak. Naskah ini aslinya ditulis dalam bahasa Makasar dan dicampur bahasa Arab yang dipakai untuk penulisan ayat-ayat Al-Quran. Naskah ini ditulis pada 1052 H atau 1631 M atas perintah Karaeng Tumalompoa (Sombaya). Selanjutnya disebutkan juga bah…
Naskah Sinrilikna I Manakkuk adalah salah sebuah naskah kuno yang berbahasa Makassar tulisan tangan aksara lontarak. Tema sinrilik ini adalah cinta kasih yang murni antara I Manakkuk dengan kekasihnya I Marabintang Kamase. I Manakkuk pada akhirnya berhasil mempersunting kekasihnya I Mara bintang Kamase setelah melalui liku-liku dan perjunagan yang tidak ringan. Hal ini terbukti pada akhir cerit…
Orang Bugis yang mendiami daerah Tingkat satu Propinsi Sulawesi Selatan adalah salah satu suku bangsa yang mempunyai bahasa dan aksara daerah yang disebut Aksara Lontarak. Selain aksara Lontara yang meraka punyai juga dikenal sebuah aksara lagi yaitu huruf Saeran, sesungguhnya huruf Saerang ini adalah huruf Arab yang dikenal di Daerah Sulawesi Selatan melalui Pulau Seram. Selain mencatat kejadi…