Surat Sri Jatiwaseso merupakan sebuah karya sastra Jawa yang bernafaskan agama Islam. karya sastra dikarang oleh seorang pegawai istana kerajaan Surakarta hadiningrat yang bernama Raden mas Panji Jayeng Kusumo. Kerajaan Surakarta Hadiningrat adalah kerajaan besar di Jawa yang sampai saat ini masih terpelihara keberadaannya sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa. Serat Sri Jatiwaseso ditulis d…
ARTI MAKNA TOKOH PEWAYANGAN RAMAYANA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI I) Wayang adalah sebuah karya seni yang penuh simbol-simbol dan nilai-nilai filosofi tentang kehidupan manusia. Wayang merupakan karya seni yang menampilkan aspek-aspek dan problema-problema kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun masyarakat luas. Wayang dengan berbagai tokoh-tokoh pemerannya dapat dikataka…
Bagi masyarakat pendukung wayang, pertunjukkan wayang diangap mengandung konsepsi yang dapat digunakan sebagai pedoman dan perilaku atau perbuatan. Jalan cerita atau kisah-kisah dalam cerita pewayangan itu akan merangsang penonton untuk memperhatikan keseluruhan masalah yang ada di dalam cerita tersebut. Sampai dewasa ini wayang masih tetap merupakan sasaran yang sangat menarik untuk dikaji dan…
ARTI DAN MAKNA TOKOH PEWAYANGAN RAMAYANA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI II) Wayang, sebagai salah satu puncak kebudayaan Jawa, telah banyak diteliti dan dikaji oleh para sarjana dari berbagai disiplin ilmu, baik oleh sarjana asing maupun oleh sarjana Indonesia sendiri. Akan tetapi, karena kompleksnya jenis karya seni ini, sampai dewasa ini wayang masih tetap merupakan sasaran yang …
Dalam buku ini terdapat sepuluh ibu-ibu dengan berbagai latar belakang dan asal masing-masing yang telah menceritakan pengalaman hidupnya sejak masa penjajahan, praperjuangan, kemerdekaan, perjuangan kemerdekaan, dan pengabdian mengisi kemerdekaan itu sendiri. Baik mereka yang terjun secara langsung dalam perjuangan fisik, maupun mereka yang berjuang di garis belakang, semata-mata mendampingi s…
Sebagaimana Sumbangsihku Bagi Ibu Pertiwi, Buku I, didalam buku II ini pun dominan dengan semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka menuju cita-cita Indonesia merdeka. Sehingga didalamnya dijumpai aneka warna kisah perjuangan yang penuh idealisme, heroik dan menyambung nyawa. Sebelas ibu menuturkan kisah hidup mereka dari dunia masa silam, baik zaman penjajahan Belanda, …