Keberadaan kaum migran di Banjarmasin berhubungan dengan aktivitas perdagangan. Seiring meningkatnya kedatangan pedagang dari luar daerah yang menetap dan menjadi penduduk maka perkampungan berorientasi pada asal daerah terbentuk. Meski kontak sosial-budaya antara mereka terus berlangsung, namun permukiman dengan orientasi kedaerahan diperkuat dan dipertegas oleh kebijakan rasial pemerintah kol…
Berdasarkan inventarisasi, kajian ini menguraikan struktur dan identitas kebudayaan masyarakat dan kronik sejarah pemerintahan Kalimantan Barat sekaligus memetakannya menurut tema-tema tertentu. Yakni, Peta Kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat, Peta Raja-raja Islam Pertama, Peta Kedatangan Belanda Abad ke-17 hingga Abad ke-19, Peta Kerjasama Awal Kerajaan dengan VOC atau Pemerintahan Belanda Abad…
Buku ini menghimpun tentang sejarah dan budaya yang ada di Samarinda dan Pasir yang wilayah ini berada di Provinsi Kalimantan Timur. Buku ini berisi 3 (tiga) judul, yaitu 1) Samarinda dari Zaman Kerajaan Sampai Masa Kemerdekaan oleh Juniar Purba. Samarinda dapat berkembang sebagai sebuah kota memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Karena pada mulanya, wilayah Samarinda merupakan bagian dari …
Buku ini membahas proses perkembangan Pasir sebagai kerajaan yang dikenal sebagai kota dagang utama di pesisir timur Borneo pada abad ke-18 hingga menjadi lanskap yang berada langsung dibawah pemerintahan Hindia Belanda. Pembahasan melihat korelasi antara kedudukan Negeri Pasir dalam perdagangan regional dengan perubahan status pemerintahan yang dialaminya. Hal yang menarik, kehidupan Negeri Pa…
Lokasi L4 atau Kerta Buana termasuk salah satu lokasi pemukiman transmigrasi yang terletak di Teluk Dalam, Kabupaten Kutai. Adapun mayoritas transmigran yang tinggal di lokasi tersebut berasal dari Pulau Bali. Transmigrasi mulai dilaksanakan pada akhir tahun 1980. Mereka membawa kehidupan sosial budaya dari tanah asal, membangun kehidupan baru berdampingan dengan transmigran Etnis Lombok dan ju…
Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, P.M. Noor berhasil membagun persatuan dan kesatuan dari misi yang dibangunnya dari semua wilayah di Kalimantan. Dengan demikian, beragam suku dan agama dapat bersaing dalam satu wadah perjuangan yang bernama Pasukan MN 1001. P.M. Noor berhasil membangun kebangsaan pada masa revolusi. Adapun dalam 'Satu Dayak dan Menjadi Indonesia-Dayak: Soeara Pakat …
Penghapusan Kesultanan Banjar membuka penertasi ekonomi kolonial di Tanah Banjar. Kendali dan peran ekonomi bangsawan Banjar dimatikan dan peran regulasi digantikan oleh pemerintah Hindia Belanda sedangkan peran ekonominya dibagi bersama antara investor Barat dan Timur Asing dengan porsi yang lebih besar bagi pihak pertama. Adapun penduduk pribumi walau ada yang bisa bersaing menghadapi gempura…
Perubahan sosial di Kota Martapura dalam kurun waktu 1826 hingga 1942 tergolong ke dalam perubahan sosial yang disengaja (intended change). Adapun pemerintah kolonial Belanda adalah pelopor perubahan yang mengubah ideologi politik dasar masyarakat di wilayah Kesultanan Banjar dengan menghapus Kesultanan Banjar yang berarti menghapus landasan ideologi yang dianut masyarakat Banjar selama ini. Na…