Kabupaten Tuban memiliki daerah pesisir pantai yang potensial untuk kegiatan budidaya tambak udang. Sistem tambak yang diusahakan masyarakat pesisir Tuban pada waktu itu adalah tambak air payau. Sistem ini meliputi teknik tadahan dan ngisoran yang masih bertahan dan berlanjut sampai saat ini. Sistem polikultur yang telah berkembang lama mulai tahun 1980 mengarah pada sistem monokultur yakni bud…
Gejala nasionalisme di kalimantan Barat terdeteksi melalui belasan pers cetak yang terbit pada tahun 1920-an hingga 1940-an. Perkembangan media massa cetak kala itu telah menjadi kunci dan pembuahan gagasan-gagasan yang membangun kedaran nasional. kemaandirian ekonomi merupakan ciri dari masyarakat telah mengubah cara pandangnya untuk mewujudkan kesadaran dan cita-cita tatanan masyarakat yang b…
Naskah yang dikaji dalam buku ini adalah undnag-undang Kesultanan Sambas bertajuk Kitab Qonun Aturan Adat Raja Zaman Dahulu (Kitab Qonun Sambas atau KQS). Asal usul dan fungsi KQS ini memiliki dimensi lokal dan global. Lokal karena ditulis oleh pihak Kesultanan Sambas sehingga memuat sudut pandang dan menggambarkan kondisi tempatan. Adapun dimensi global KQS ditunjukkan oleh teks yang menya…
Studi tentang tokoh sejarah dalam buku yang berjudul Nasionalis di Lingkungan Aristokrat Islam Sambas ini ditempatkan sebagai jendela untuk memahami perkembangan nasionalisme di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Lewat tokoh yang tentu saja berfokus pada aspek kepribadian dan peranannya, studi nasionalisme ini diharapkan dapat menghasilkan sisi kemanusiaan yang unik. Melalui Raden Muslim…
Berdasarkan inventarisasi, kajian ini menguraikan struktur dan identitas kebudayaan masyarakat dan kronik sejarah pemerintahan Kalimantan Barat sekaligus memetakannya menurut tema-tema tertentu. Yakni, Peta Kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat, Peta Raja-raja Islam Pertama, Peta Kedatangan Belanda Abad ke-17 hingga Abad ke-19, Peta Kerjasama Awal Kerajaan dengan VOC atau Pemerintahan Belanda Abad…
Kedatangan Belanda ke Sintang memulai perubahan di bidang politik dan pemerintahan. Penerapan hukum Belanda telah mengubah status pemerintahan dan wilayah kekuasaan yang telah melembaga di Sintang. Kontrak antara pihak kerajaan Sintang dengan pemerintah Hindia Belanda mengakui Belanda sebagai penguasa tertinggi atas Tanah Sintang. Artinya, Belanda diposisikan sebagai tuan dan Raja Sintang sebag…
Kedatangan orang Bugis di Kesultanan Pontianak tidak dapat terlepas dari jaringan politik dan ekonomi para bangsawan Bugis dengan penguasa kerajaan di pesisir barat Borneo lainnya terutama Kerajaan Sukadana dan Kesultanan Sambas. Dari beberapa fase migrasi orang Bugis di Borneo bagian barat nampaknya periode migras pada pertengahan abad ke-19 adalah yang paling berkaitan erat dengan perkembanga…
Pembangunan Ibukota Pontianak sebagai kota kolonial berlangsung dalam tiga tahap, yaitu pembentukan wilayah, penataan kota, dan pembentukan kota kolonial. Tahap pertama adalah lahirnya wilayah Ibukota Pontianak dari sebuah tanah hasil perjanjian yang disebut Tanah Seribu (Duizend Vierkanten Paal) antara VOC dengan pihak Kesultanan Pontianak pada5 Juli 1779. Penataan kota kolonial yang diterapka…
Pers lahir di Borneo Barat pada tahun 1919 dalam kondisi ekonomi kawasan yang cukup mandiri, saat lembaga pendidikan sudah hadir di ibukota-ibukota kerajaan melalui madrasah dan lembaga formal ataupun di pedalaman melalui aktivitas misionaris, dan masuknya ide pergerakan nasional baik dari kalangan masyarakat Borneo Barat yang ke luar daerah ataupun aktivis organisasi pergerakan yang masuk ke d…
Buku Nukilan Sejarah Kalimantan Barat ini berisikan tentang kumpulan tulisan mengenai peristiwa, tokoh dan tempat-tempat bersejarah di Kalimantan Barat. Lingkup spesial dalam tulisan ini mencakup beberapa wilayah Kabupaten dan Kota yang ada di Kalimantan Barat yaitu Pontianak, Mempawah, Singkawang, Sambas, Landak, Sekadau, Sintang, Melawi dan Ketapang. Sedangkan lingkup temporalnya dibatasi sej…