Sejak tahun 1874 nama Kota Banda Aceh Darussalam diganti menjadi Kutaraja. Seiring dengan berkecambuknya perang antara Belanda dengan Kerajaan Aceh dan penguasaan Belanda terhadap Kota Banda Aceh, kejayaan Banda Aceh semakin memudar, meskipun kota ini tetap ditata sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan Belanda. Selama pendudukan Belanda kota Banda Aceh dijadikan sebagai tempat kedudukan Gubern…
Buku Sejarah Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh memuat uraian tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di Propinsi Dearah Istimewa Aceh. Dimulai dari zaman prasejarah yang meliputi asal-usul penghuni yang pertama, manusia di Indonesia, teknologi, organisasi masyarakat, kehidupan sosial ekonomi dan sosial budaya serta kepercayaan mereka. Kemudian dilanjutkan ke periode-periode selanjutnya, ya…
Di daerah-daerah Aceh pada awal abad XX telah muncul sekelompok cendikiawan hasil didikan Belanda. Pendidikan Barat yang diprioritaskan Belanda kepada para anak bangsawan Aceh (Uleebalang) tidak memberi keuntungan dalam arti yang sesungguhnya bagi pengukuhan kekuasaan Belanda di Aceh seperti yang mereka harapkan. Oleh karena sebagian kaum cendiakawan ini masih berani menentang pelbagai ke…
Masyarakat Aceh menyebut alim ulama yaitu Teungku, Teungku Chiek, Abu dan Abon. Ulama tersebut adalah aparat pendamping dan penasehat para umara atau pemimpin adat dalam melaksanakan pemerintahan khususnya yang menyangkut dalam bidang hukum Islam. Selain sebagai penasehat, juga membina atau mengasuh pengajian, menyelesaikan sengketa bersama Keuchiek dan Tuha Peut, mengurus yang berkenaan dengan…
Masyarakat etnis Aceh dan Aneuk Jamee tergolong masyarakat agraris. Sebagian besar mereka hidup dengan mata pencaharian pokok pertanian. Salah satu warisan budaya tersebut adalahsistem bagi hasil tradisional. Hal ini berkaitan dengan system ekonomi dan hubungan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Walaupun sistem ekonomi modern mulai merambah seantero dan membawa dampak pada kehidupan masyarak…
Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Kampung Belakang belum siap menerima pembaharuan ”terkejut” untuk menghadapi tawaran, dalam era arus globalisasi dan informasi ini. sehingga apabila masyarakat itu kurang memiliki kemampuan menyarin, dikhawatirkan akan mengancam kelestarian budaya daerah sebagai akar budaya bangsa. Kualitas manusia Indonesia harus bisa diwujudkan melalui pembangunan pe…