Berkala Arkeologi Vol. 37 2017 ini memuat 6 (enam) artikel dari berbagai peneliti dan praktisi, meliputi Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta, Laboratorium Bioantropologi dan Paleoantropologi UGM, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Ternate. Artikel yang dimuat dalam Vol. 37, Edisi November 2017 ini memiliki tema beragam yang merepresentasikan hasil penelitian arkeologi dari berbagai kurun pe…
Bentuk dan karakter Situs Semarum dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, yaitu berada di dataran rendah dengan sisi utara dibatasi oleh Gunung Bale dan di sisi dibatasi oleh Sungai Ngasinan. Bentuk dan karakter situs Semarum yang berkaitan dengan data arkeologi berupa struktur bata diduga sebuah bangunan profan. Bangunan profan di situs Semarun berupa bangunan air yaitu untuk penampungan air deng…
Naskah lama yang berasal dari daerah Jawa Tengah yang berjudul Serat Piwulang Ngawula, isinya tentang ajaran-ajaran untuk menjadi abdi negara dan bangsa yang baik. Untuk menanggulangi masalah-masalah yang timbul di dalam masyarakat, yakni perubahan-perubahan nilai instrumentalis yang menyangkut nilai-nilai budaya, yang lahirnya sebenarnya tidak dikehendaki, namun tumbuh dan dibesarkan sebagai e…
BABAD DEMAK 2 Babad Demak II ini terdiri atas tiga bab, yaitu manggala (pembukaan), isi dan colophon (penutup). Isi Babad mulai cerita Raden Trenggana dinobatkan sebagai raja Demak II, cerita masa muda Jaka Tingkir sampai menjadi raja di Pajang, dan diakhiri cerita Panembahan Senapati menjadi raja di Mataram. Dalam penutup terdapat tanggal selesainya penulisan Babad. Setiap subcerita diberi …
Keramik merupakan benda cagar budaya bergerak yang rentan terhadap kerusakan dan proses pelapukan. Konservasi perlu dilakukan terhadap keramik karena keramik rentan terhadap kerusakan fisik. Jenis kerusakan yang sering dijumpai pada benda cagar budaya keramik antara lain pecah, retak, kotor, endapan garam, dan hilangnya sebagaian fragmen. Masing-masing jenis kerusakan terjadi dengan intens…
Dalam buku ini terdapat sepuluh ibu-ibu dengan berbagai latar belakang dan asal masing-masing yang telah menceritakan pengalaman hidupnya sejak masa penjajahan, praperjuangan, kemerdekaan, perjuangan kemerdekaan, dan pengabdian mengisi kemerdekaan itu sendiri. Baik mereka yang terjun secara langsung dalam perjuangan fisik, maupun mereka yang berjuang di garis belakang, semata-mata mendampingi s…
Sebagaimana Sumbangsihku Bagi Ibu Pertiwi, Buku I, didalam buku II ini pun dominan dengan semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka menuju cita-cita Indonesia merdeka. Sehingga didalamnya dijumpai aneka warna kisah perjuangan yang penuh idealisme, heroik dan menyambung nyawa. Sebelas ibu menuturkan kisah hidup mereka dari dunia masa silam, baik zaman penjajahan Belanda, …