Kuliner ayam taliwang merupakan salah satu unsur kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Karang Taliwang Cakranegara Kota Mataram Provinsi NTB. Keberadaannya mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga berpeluang besar menjadi sebuah bisnis kuliner. Ditinjau dari perkembangannya, kuliner ini dapat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu : (Tahap 1) adalah tahap yang sifatnya sangat tradisiona…
Seni karawitan genjek mulanya adalah suatu tradisi petani di wilayah Karangasem. Seni ini telah dikenal sejak zaman masa feudal atau kerajaan di Bali khususnya di Karangasem. Kesenian ini telah hadir di masyarakat dan mentradisi atau membudaya, yang dilakukan oleh para petani dan warga masyarakat sejak dulu sebagai selingan atau mengisi waktu luang takkala selesai bekerja di sawah atau tegalan…
Tari Ja’i merupakan sebuah tarian yang mencerminkan kebersamaan di antara anggota masyarakat Ngada. Tarian ini dibawakan dengan formasi yang berbentuk setengah lingkaran dan penarinya saling berhadapan. Musik pengiring tari Ja’i ini adalah Laba Go yang ditabuh dengan irama cepat oleh orang yang berpengalaman untuk mengiringi langkah kaki para penari, sehingga langkah kaki seperti gerakan…
Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, salah satu wujud kekayaan budaya tersebut adalah seni tari. Salah satu kekayaan budaya seni tari yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Tari Kataga. Kataga berasal dari kata dasar taga yang artinya belah kepala/pancung, dapat awalan ka (kataga) artinya mari kita pancung/belah kepalanya. Tari ini…
Perisean merupakan permainan atau hiburan rakyat Lombok yang mengarah pada menonjolkan ketangkasan bagi pelakunya dimana nilai-nilai sportifitas, keperwiraan, dan keterampilan dalam membela diri yang sangat dihormati oleh setiap pemain yang dipimpin seorang wasit atau pakembar tengaq. Perisean dapat dilaksanakan kecali pada bulan puasa (Ramadhan). Pembuatan penyalin dan ende dilakukan mulai den…
Rimpu merupakan suatu tradisi yang telah ada sejak budaya Bima ada. Namun dalam perkembangannya rimpu menyesuaikan dengan keadaan pada zamannya. Rimpu sebagai kearifan lokal masyarakat Bima menyesuaikan dan termodifikasi ke dalam nilai-nilai islami. Hal itu dapat dilihat dari bentuk dan fungsinya yang tidak hanya sebagai identitas budaya, namun mengarah pula sebagai identitas agama yang bersend…