Text
DAMPAK PEMBANGUNAN PASAR TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI DAERAH IRIAN JAYA
Orang Ngalum adalah masyarakat petani peladang yang datang ke Jayapura sebagai urbanisan asal pegunungan Bintang Kecamatan Oksibil Kabupaten Jayawijaya. Mula-mula mereka menempati tempat-tempat di Jayapura seperti Entrop, Sentani Palomo dan Argapura. Pekerjaan mereka pada umumnya sebagai buruh kasar di gudang-gudang CV dan toko. Pekerjaan lain yang dilakukan adalah buruh trek, buruh bangunan, operator sensor pada pembukaan transmigrasi. Sebagai konsekuensi dari tuntutan pembangunan, menghendaki adanya peningkatan hidup yang lebih layak di satu pihak dan kurang adanya ketrampilan di lain pihak telah menjadi dua sosok yang saling bertolak belakang. Kehidupan orang Ngalum yang dihadapkan dengan dua kondisi ini di kota agaknya kurang memberikan kemungkinan bagi kehidupan di masa depan yang lebih baik. kenyataan itu akhirnya mengajak pihak lain untuk turut memikirkan kondisi ini yakni oleh Delsos (Delegasi Sosial) Keuskupan Jayapura. Mereka diajak untuk pindah ke lokasi pemukiman Koya Tengah. Pasar Abepura adalah pasar yang telah membuka alam pemikiran masyarakat Ngalum di Koya Tengah untuk berusaha memiliki berbagai ketrampilan guna meningkatkan usahanya. Dengan demikian upaya peningkatan produksi pertanian tradisional yang sementara ini dilakukan agaknya dirasa bahwa perlu ada perubahan-perubahan. Kelompok kerja yang menonjol sekarang adalah kelompok kerja yang bisa terdiri dari orang Ngalum dan orang Jawa atau orang Muyu. Kelompok seperti ini terwujud dalam hal aktivitas kerja yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Keluarga batih adalah kelompok kerabat yang terkecil yang fungsinya masih diberlakukan sampai saat ini. Mengenai konsumsi rumah tangga mereka kelihatannya lebih diutamakan, sehingga untuk dijual ke pasar masih sangat kurang. Beberapa kebutuhan pokok bisa dinikmati dengan baik. Untuk tetap mengikat hubungan persaudaraan dan toleransi, maka hasil ladang biasanya juga dibagikan kepada kerabat dekat atau tetangga. Orang Ngalum menjual hasil produksi ladangnya langsungkepada tengkulak. Akan tetapi akhir-akhir ini mereka menjual sendiri ke pasar. Dilihat dari etos kerja mereka agaknya cukup meningkat dan hal itu dilatar-belakangi oleh kesulitan hidup dan ekopnomi di kota.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain