SERAT BABAD PAJAJARAN

Pengarang: 

SRI ROCHANINGSIH; ADI TRIYONO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1985

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

NKU - 091 (090 - 099)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
295

Serat Babad Pajajaran ini ditulis kurang lebih seratus tahun yang lalu dalam bahasa Jawa dengan huruf Jawa. Pertama-tama buku ini mengisahkan urut-urutan keturunan dari Nabi Adam sampai ke Prabu Mundingsari, raja di Pajajaran. Prabu Mundingsari ini menurunkan Mundingwangi, Dyah Retna Suwida dan retna Kamisi. Retna Suwida ini nantinya menjadi Ratu Kidul dan Retna Kamisi menurunkan Kumpeni. Mundingsari diganti oleh Sri Gandakusuma yang nantinya menurunkan Siungwanara. Siungwanara nanti bernama Banyakwide yang berperang melawan adiknya yang bernama Jaka Suruh. Jaka Suruh kalah dan Banyakwide menjadi raja di Pajajaran. Jaka Suruh melarikan diri ke arah timur dan nantinya ia mendirikan kerajaan Majapahit. Raja Pajajaran mengutus Retna Larasati untuk menjemput Jaka Suruh yang akan dijadikan raja di Pajajaran. Jaka Suruh tidak mau. Ia bertemu dengan Arya Bangah yang dikalahkan oleh Banyakwide alias Siungwanara. Jaka Suruh bergabung dengan Arya Bangah berperang melawan Siungwanara. Siungwanara kalah dan ia murca. Kekayaan Pajajaran diboyong ke Majapahit. Jaka Suruh dinobatkan menjadi raja di Majapahit bergelar Prabu Brawijaya. Brawijaya wafat diganti oleh putranya yang kemudian bergelar Brawijaya II. Seterusnya Majapahit dipegang oleh Brawijaya III, IV, V, VI dan VII. Brawijaya VII berputra Kencanawungu dan Hayamwuruk. Brawijaya VII kawin dengan putri Cempa. setelah hamil tua putri ini diterimakan kepada Adipati Palembang. Setelah lahir bayi putri Cempa ini dinamakan raden Patah. Selanjutnya putri Cempa ini mempunyai putra Raden Kusen. Raden pateh setelah besar pergi ke Majapahit dan belajar agama Islam pada Sunan Ampel. Selanjutnya dikisahkan tentang Raden Said putra Wilatikta dari Tuban yang nantinya menjadi Sunan Kalijaga. Peran Sunan Kalijaga ini besar sekali di dalam timbulnya kerajaan Islam di Demak. Raden Patahlah raja pertama di Demak yang bergelar Sultan Bintara. Akhirnya Demak dipegang oleh Jaka Tingkir yang meindahkan kerajaan Demak ke pajang dan bergelar Sultan Hadiwijaya. Dengan wafatnya Sultan Hadiwijaya tamatlah pula kerajaan pajang. Pemerintahan baru didirikan di Mataram oleh Panembahan Senapati.