SEJARAH PENDIDIKAN DI INDONESIA ZAMAN PENJAJAHAN

Pengarang: 

DJOHAN MAKMUR, PIUS SURYO HARYONO, SUKRI MUSA, HADI S

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1993

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SPE - 907 (900-907)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
118

Sekolah pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Portugis dan Belanda sejak abad ke-16 kemudian dikembangkan sampai permulaan abad ke-20. Tujuan utamanya untuk menjadikan sekolah sebagai salah satu sarana mereka dibidang politik dan ekonomi. Motif kedatangan Portugis adalah kepentingan ekonomi, disertai kepentingan agama dan petualangan. Sedangkan Belanda motifnya adalah untuk kepentingan perdagangan. Untuk itu mereka mengambil alih posisi orang-orang Portugis di Maluku Selatan (1605) dan menguasai daerah tersebut secara langsung. Akhir abad 17 mereka berhasil mengisolasi daerah Jawa dan daerah lain di Indonesia dari pengaruh luar, sehingga mampu mengawasi lalu lintas antarpulau di wilayah perairan Nusantara. Sehubungan dengan itu  sejarah pendidikan formal yang dilaksanakan oleh bangsa Belanda dalam abad ke 16-18, sebagian besar berkembang di daerah Maluku Selatan dan di kalangan orang-orang Ambon yang beragama Protestan. Semenjak abad ke-19 dan permulaan abad 20 sejarah pendidikan mencakup hampir seluruh Indonesia. Salah satu sebab keberhasilan orang Belanda di bidang pendidikan ialah penentuan bahasa pengantarnya yaitu bahasa Melayu Klasik yang kemudian berkembang menjadi Bahasa Indonesia. Sejarah pendidikan di Indonesia pada zaman penjajahan memperlihatkan betapa pentingnya peranan bahasa Indonesia.