DOMINIKUS UYUB
DITERBITKAN MELALUI PROGRAM FBK 2020
2020
SAS - 899 (890-899)
978-623-7992-70-7
Booklet yang berjudul Renuang Pengidop Iban (Senandung Kehidupan Iban) ini merupakan kumpulan pantun Iban dari Ibu Biah, pelantun terakhir di Sungai Pelaik. Pantun Iban merupakan sebuah syair sastra tradisi lisan pada suku Dayak Iban di Indonesia, khususnya dalam hal ini adalah Iban yang berada di Dusun Sungai Pelaik Desa Melemba, Kec. Batang Lupar Kab. Kapuas Hulu. Pantun Iban adalah sebuah syair tua yang memiliki tujuan dan makna untuk menyanjung, menyindir, dan memberi motivasi kepada pihak lain. Syairnya yang sangat puitis serta memiliki nilai serta makna tinggi dan penggunaan bahasa yang dalam (tua), membuat Pantun Iban dewasa ini semakin jarang dipelajari oleh generasi muda Iban. Sosok Ibu Biah, pelantun Pantun Iban dalam buku berjudul Renuang Pengidop Iban (Senandung Kehidupan Iban) – Kumpulan pantun Iban dari Ibu Biah, pelantun terakhir di Sungai Pelaik ini adalah generasi terakhir Pelantun Iban yang berada di Dusun Sungai Pelaik Desa Melemba. Ada beberapa pantun Iban yang terdapat didalam buku ini meliputi Pantun Menua (Kawasan); Pantun Nyanga Kampuong (Nyaga Kampong); Pantun Nyaga Menua (Jaga Wilayah); Pantun Umai (Ladang); Pantun Peransang (Motivasi); Pantun Puji (Sanjungan); Pantun Sebana (Keresahan Hati); Pantun Sayau (Sayang); Pantun Nengri Pangau (Petara 1); Pantun Nengri Panggau (Petara 2).