RADEN DANU PANEMBAHAN KESULTANAN SINTANG 1934-1944 BERTAHTA DALAM BAYANG KOLONIALISME BELANDA DAN FASISME JEPANG

Pengarang: 

MUHAMMAD AQIF ALGHIFARI, ANDANG FIRMANSYAH, M. RIKAZ PRABOWO

Penerbit: 

MARJINAL

Tahun Terbit: 

2025

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

BSL - 922.959.8 (920-929)

ISSN/ISBN: 

978-634-96569-1-7

Jumlah Halaman: 
129

Panembahan Raden Danu, salah satu Pangeran Kesultanan Sintang yang menghabiskan masa kecil di pengasingan karena sifat ayahnya yang menolak patuh kepada pemerintah Kolonial Belanda. Tercatat pernah menempuh pendidikan formal di berbagai jenjang sekolah kolonial yang ada di Pulau Jawa. Setelah kembali ke Kalimantan Barat, diangkat oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai Demang di Monterado. Selanjutnya, mendapat amanah untuk memimpin Kesultanan Sintang. Bermuka dua kepada pemerintah Kolonial Belanda demi tercipta stabilitas politik agar dapat melindungi Kesultanan Sintang secara langsung. Menaruh perhatian yang besar terhadap pembinaan agama Islam, pendidikan, ekonomi, dan melakukan berbagai pembaharuan pada sistem pemerintahan. Pemerintahannya terguncang ketika Militer Jepang berhasil menduduki Kesultanan Sintang. Puncaknya, Raden Danu gugur dalam peristiwa Mandor, tragedi pembantaian massal yang dilakukan oleh Militer Jepang terhadap puluhan ribu tokoh masyarakat Kalimantan Barat.