PERANAN LEMBAGA ADAT MELAYU BANGKO, PROVINSI JAMBI

Pengarang: 

SYAHRIAL DE SAPUTRA

Penerbit: 

BALAI PELESTARIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL TANJUNGPINANG

Tahun Terbit: 

2008

Daerah/Wilayah: 
Kepulauan Riau
Rak: 

FPK - 307.7.340 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-979-1281-19-5

Jumlah Halaman: 
100

Persoalan kita sebagai bangsa, tentu saja terletak pada bagaimana kita menempatkan pemahaman keanekaragaman itu di dalam kerangka penguatan perekat bangsa yang hidup bersama, bersatu di dalam sebuah negara. Untuk itu, yang harus dilakukan adalah menanamkan sikap di dalam diri bahwa keanekaragaman dengan segala perbedaan dan persamaan yang terkandung di dalamnya merupakan suatu kekayaan maupun kekuatan diri kita sebagai sebuah bangsa. Kalau ini dapat kita lakukan, maka hal kedua yang harus kita lakukan selanjutnya ialah membangun saling menghargai di antara satu dengan yang lainnya. Lembaga adat merupakan bagian dari lembaga kemasyarakatan, memiliki peran yang cukup kuat dalam kaitannya terhadap sistem kemasyarakatan maupun aktivitas masyarakat dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Lembaga adat masyarakat Melayu Bangko Provinsi Jambi sampai sekarang masih eksis. Masalah-masalah yang terjadi di kampung terlebih dahulu diselesaikan oleh pengetua-pengetua adat, apabila tidak dapat terselesaikan baru kemudian diserahkan kepada pihak yang berwajib (hukum negara). Pada akhir-akhir ini, sudah mulai terjadi pergeseran bahwa persoalan sengketa diselesaikan melalui hukum negara melalui pengadilan negeri.

PERANAN LEMBAGA ADAT MELAYU BANGKO, PROVINSI JAMBI