PENGARUH MIGRASI TERHADAP KEHIDUPAN BUDAYA DAERAH TIMOR TIMUR

Pengarang: 

BARAMULI, O.I. JOHANSZ, DANDUN WIDAYOKO, MATHIUS DOS REIS

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1998/1999

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Timur
Rak: 

DMP - 307.2 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
81

Pengaruh migrasi terhadap kehidupan budaya di kecamatan Dili Barat dan Aileu Kota dapat disimpulkan bahwa kehadiran para migran mempunyai peranan besar dalam pengembangan kebudayaan setempat yang diharapkan pada kebutuhan-kebutuhan baru, baik itu norma-norma sosial, maupun nilai-nilai budaya yang berlaku pada pemilikan unsur-unsur budaya masyarakat setempat. Khusus untuk daerah Imandi kebanyakan penduduk pendatang sudah jauh bergaul dan hidup bersama dengan penduduk sebelumnyadi tempat lain. Cara hidup mereka telah membangkitkan perasaan suka dari penduduk setempat. Organisasi seperti mapalus, arisan nyatanya telah merupakan bagian kehidupan dari penduduk sebagai satu kesatuan hidup setempat (komuniti). Bahasa tidak merupakan masalah dalam komunikasi antar mereka. Hanya bahasa Indonesia lebih banyak dipakai bila ia berhadapan dengan orang lain. Dalam lingkungan hidup tidak banyak yang menonjol apabila dikatakan dengan pembauran kebudayaan. Kehidupan migran di kedua lokasi tersebut menimbulkan pengaruh terhadap perubahan-perubahan, khususnya tradisi budaya materil masyarakat setempat yang tidak mampu lagi dipertahankan akibat unsur-unsur budaya luar lebih dominan. Dan kenyataannya masyarakat setempat benar-benar siap menerima dan menyerap unsur-unsur budaya luar yang datang melalui para migran.