PEMUKIMAN SEBAGAI KESATUAN EKOSISTEM DAERAH ISTIMEWA  ACEH

Pengarang: 

RAZALI UMAR, SYAMSUDDIN MAHMUD, ADNAN ABDULLAH, MARIATI JUNED, M. DIAH IBRAHIM, HUSAINI DAUD, M. JAKFAR HUSEIN, UDIN IBRAHIM, FARIDAH YAHYA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1982

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

PKE - 304.2.598 11 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
85

Tahapan perkembangan Reronga sebagai desa swasembada dalam kenyataan memang berhasil menarik perhatian penduduk luar untuk bermukim kesana. Namun mobilitas penduduk yang keluar dari Reronga relatif berusia produktif kerja. Sedangkan penduduk yang datang dan menetap pada umumnya berusia lanjut. Kadar pengetahuan mereka mengenai berbagai program dan proyek pembangunan di Kemukiman Reronga lebih tinggi daripada di Kemukiman Simpangdua. Akan tetapi keikutsertaan mereka dalam berbagai program tersebut secara menyeluruh masih rencah kecuali program Keluarga Berencana. Walaupun kebiasaan berobat pada balai-balai pengobatan sudah agak meluas, namun untuk membantu kelahiran peranan dukun masih cukup tinggi. Terbatasnya penggunaan alat/cara-cara bertani yang lebih modern di kalangan Reronga umumnya dipengaruhi oleh kondisi tanah pertanian. Secara umum terlihat bahwa keterampilan yang mereka kuasai dan kesempatan mendapatkan latihan relatif sudah lebih meluas di kalangan mereka. Persengketaan atau konflik sosial di antara mereka boleh dikatakan masih terbatas. Kalaupun ada persengketaan, umumnya dapat mereka atasi secara kekeluargaan dan saling memaafkan. Waktu luang diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat hiburan dan rekreasi. Dan ini menunjukkan angka yang tinggi untuk Kemukiman Remonga.

PEMUKIMAN SEBAGAI KESATUAN EKOSISTEM DAERAH ISTIMEWA  ACEH