METODE KONSERVASI TRADISIONAL (PENJAMASAN) CAGAR BUDAYA BERBAHAN LOGAM

Pengarang: 

ARI SWASTIKAWATI, RIFQI KURNIADI SURYANTO, AL WIDYO PURWOKO

Penerbit: 

BALAI KONSERVASI BOROBUDUR

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

RKE - 739.4 (730-739)

ISSN/ISBN: 

978-602-17306-0-7

Jumlah Halaman: 
91

Keris merupakan tinggalan budaya yang bersifat tangible, yang didalamnya melekat tinggalan budaya yang bersifat intangible. Tinggalan atau warisan budaya intangible yang melekat pada keris antara lain upacara penjemasan. Upacara penjemasan pada mulanya berawal dari budaya yang dilaksanakan oleh kraton. Penjemasan sendiri berarti keramas atau mandi. Saat ini penjamasan berarti pencucian atau pembersihan benda-benda berbahan logam khususnya keris. Jenis bahan yang digunakan dalam perawatan keris saat ini meliputi bahan alam dan bahan sintetik. Dalam proses pelaksanaan metode konservasi tersebut tidak menggunakan bahan kimia sintetik tetapi menggunakan bahan-bahan alami yang banyak ditemukan di Indonesia. Bahan-bahan alami tersebut antara lain : jeruk nipis, buah pace, bubuk kayu cendana dan kayu jati, buah lerak, ramuan guru atau ratus. 

 

METODE KONSERVASI TRADISIONAL (PENJAMASAN) CAGAR BUDAYA BERBAHAN LOGAM