SATARUDDIN RAMLI
2020
RKE - 792.7.082 (790-799)
-
Ditilik dari bentuknya Mendu dapat digolongkan teater rakyat atau teater tradisional Kehidupan seni teater di Indonesia dapat dibagi menjadi dua golongan walaupun secara lahiriah secara tegas sukar dibedakan, disebabkan keduanya berdampingan, saling isi mengisi dan saling pengaruh mempengaruhi. Namun perbedaan yang satu dengan yang lainnya dikarenakan oleh perbedaan sumber, wawasan, cita rasa pendukungnya dan teknik pengolahannya. Adapun yang termasuk kedalam teater tradisional yaitu teater rakyat, teater klasik, dan teater transisi. Sedangkan mendu sendiri termasuk kedalam teater rakyat. Apabila kita menyaksikan terater rakyat termasuk mendu, disamping kita menikmati cerita dan suguhannya sebagai bahan tontonan, tetapi ada sesuatu yang sangat penting sehingga teater dapat berfungsi sebagai alat penyampaian misi atau pesan yang dapat disampaikan. Bahasa yang digunakan yaitu bahasa Melayu daerah dialek Mempawah/Pontianak dan dalam pementasannya bahasa teater terpelihara dengan baik diperkaya dengan pepatah dan petitih yang diucapkan dengan padu dan laras. Ciri-ciri umum mendu diantaranya cara menyajikan jarang dipersiapkan lebih dahulu, semua dilakukan dengan spontan dan improvisatoris; penggantian babak ditandai dengan ditutupnya layar panggung; pemain dan penonton terpisah tempatnya oleh panggung; unsur pakaian kebanyakan pakaian raja-raja dan pegawai istana yang sesuai pula dengan ceritanya; dan sebagainya.