PEMBINAAN BUDAYA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DI DAERAH SUMATERA BARAT

Pengarang: 

H.S.M. DELLY, RUSDI, AMIR DINI, YULISMAWATI, YULISMA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1992/1993

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

KSM - 305.5 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
132

Sebagaimana halnya pada setiap kelompok etnis lainnya pada kelompok etnis Minangkabau inipun peranan keluarga dalam pembinaan budaya tetap merupan wadah yang paling tepat dan efektif.Karena dalam keluarga sejak dini telah terjalin hubungan emosional yang akrab dan intensif sehingga memberi kemungkinan yang besar berlangsungnya proses pendidikan secara persuasif. Karena pola keluarga di Minangkabau termasuk jenis keluarga luas, maka pembinaan nilai-nilai budaya di daerah ini tidak hanya di lakukan oleh ayah,ibu, dan kakak saja, tetapi juga oleh nenek, kakek, mamak, bibi, saudara sepupu;dan bahkan urang sumando,tetangga dan bako ikut berperan. Peletak dasar dari pembinaan budaya itu memang terletak dipundak ibu dan ayah namun dalam penyempurnaan perilaku anak amat besar pula peranan keikutsertaan unsur-unsur pembinaanlainya itu. Hal yang demikian terjadi karena ikatan pergaulan pribadi-pribadi di daerah ini tidak hanya terbatas dalam keluarga sala, tapi juga dengan masyarakat sekeliling. Pola pergaulan ini tercermin dari pepatah adat yang mengatakan. 
Kalau paku kacang balibiang, pucuaknyo lenggang-lenggangkan dibao urang ka saruaso, 
Anak dipangku, kemanakan dibimbing, 
Urang kampung dipatenggangkan,
Jago nagari jan binaso
( keluk paku kacang belimbing,
Pucuknya lenggang-penggangkan,
Di bawa orang ke saruaso,
Anak dipangku, kemankan dibimbing,
Orang kampung dipatenggangkan
Jaga negeri jangan binasa).

PEMBINAAN BUDAYA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DI DAERAH SUMATERA BARAT