TIM PENULIS
PEMERINTAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I KALIMANTAN BARAT
1999
923.2 (TOKOH)
-
Peran Raden Temenggung Setia Pahlawan dalam perlawanan Sintang tahun 1862-1875 amat unik. Posisinya sebagai kepala pemerintahan di kawasan Melawi dan sebagai hulubalang kerajaan Sintang menjadikan dirinya sebagai tokoh yang berpengaruh kuat dan disegani dikalangan masyarakat Sintang. Pengalamannya yang panjang sebagai pejabat kerajaan dan posisinya sebagai hulubalang yang berhadapan langsung dengan rakyat telah membentuk sikapnya yang anti Belanda. Dalam memainkan peran politiknya terdapat bukti bahwa Raden Temenggung Setia melalui jaringan hubungan rahasia ingin menyatukan kelompok-kelompok perlawanan di Sintang untuk menentang Belanda. Posisinya sebagai hulubalang kerajaan Sintang digunakan untuk menjaga agar sementara perlawanan berlanjut, eksistensi Keraton Sintang tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hal tersebut dapat dipertahankan hingga tahun 1868 ketika ia melepaskan jabatan hulubalang dan pindah ke Nanga Pinoh sebagai kepala pemerintahan Melawi. Secara kronologis, perlawanan tumbuh dan berkembang mulai dari perlawanan kelompok-kelompok kecil masyarakat menyusul kontrak politik kerajaan Sintang dengan Belanda tahun 1847, menjadi perlawanan yang beraroma suksesi pada tahun 1855. Ciri-ciri perlawanan suksesi telah terasa berubah sejak pada tahun 18866 ketika terjadi ekspedisi Melawi. Perlawanan berlangsung terus, meskipun pada tahun 1868 Raden Temenggung Setia Pahlawan melepaskan jabatan hulubalang dan kembali ke Nanga Pinoh sebagai kepala pemerintahan Melawi. Peristiwa ini merugikan peran politiknya, sehingga hubungan rahasia dengan kelompok perlawanan lebih sulit direalisasikan, dan pada saat yang sama wawasan strategik sangat menurun karena ruang gerak yang semakin terbatas. Mulai saat itu, Belanda berhasil mengumpulkan bukti keterlibatannya dalam perlawanan sehingga ia ditangkap tahun 1875. Pada akhirnya dapat dikatakan bahwa Raden Temenggung Setia Pahlawan adalah salah satu tokoh penting perlawanan Sintang, yang memainkan peran secara rahasia hingga akhir hayatnya. Dalam perjalanannya, ia berhasil menyatukan arah perlawanan berbagai kelompok masyarakat dan suku di Kalbar dari pergolakan sosial secara sporadis menjadi perlawanan kolonial melawan Belanda.