SENI DALAM DIMENSI SEJARAH DI SUMATERA UTARA

Pengarang: 

RATNA, AMRAN EKO PRAWOTO, SRI HARTINI, IRINI DEWI WANTI, SUPRAYETNO

Penerbit: 

BPSNT BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2008

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

SKE - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-979-9164-71-1

Jumlah Halaman: 
115

Dari penelusuran sejarah, dapat diketahui bahwa fungsi seni pertunjukkan tradisional, seperti ronggeng, ludruk dan jaran kepang sangat terkait dengan ritual religi purba. Dalam perjalanan sejarahnya, kemudian fungsi awal kesenian dan unsur-unsur seni lainnya juga berubah menjadi hiburan semata-mata. Perubahan fungsi kesenian itu diakibatkan terjadinya perubahan sosial masyarakat pendukungnya. Perkembangan perluasan kota sejak pertengahan tahun 1970-an telah menyebabkan daerah-daerah pinggiran kota seperti Tanjung Mulia, Marelan, Tembung, Bandar Khalifah dan sebagainya tempat dimana kesenian ronggeng, ludruk, jaran kepang berkembang secara perlahan menjadi bagian dari kota Medan. Pendidikan yang semakin maju, derasnya kultur kapitalis merambah warga kota Medan, menjadi faktor-faktor lainnya yang saling terkait menimbulkan perubahan dalam masyarakat, termasuk dalam menikmati seni. Berkesenian sebagai sarana untuk menghilangkan kejenuhan hidup sehari-hari juga menjadi berubah fungsi termasuk dapat kita lihat dari sejarah atau biografi para seniman kota Medan yang terangkum dalam profil yang terangkum dalam buku ini. 

 

 

SENI DALAM DIMENSI SEJARAH DI SUMATERA UTARA