Text
KONSEP PEMUJAAN MASYARAKAT DAYAK TERHADAP TUHAN YANG MAHA KUASA
Dalam kehidupan masyarakat Dayak Bakati rasa kekeluargaan dan saling memiliki masih begitu kuat sebab masih di ikat dalam hubungan darah (geneologis). Pada kehidupan masyarakat Dayak ketergantungan terhadap alam sangat tinggi. Bahkan ketergantungan ini mereka refleksikan dengan sistem kepercayaan mereka. Ini dapat dilihat dari sistem kepercayaan mereka yang kompleks. Kompleksitas sistem kepercayaan masyarakat ini berdasarkan tradisi dalam masyarakat Dayak Bakati itu sendiri yakni percaya kepada roh-roh nenek moyang serta percaya terhadap Tuhan Yang Satu. Kepercayaan masyarakat Dayak Bakati juga dibentuk oleh keadaan alam dan lingkungan di mana mereka hidup serta simbol sakral yang terjalin menjadi sebuah keteraturan. Dalam sistem kepercayaan masyarakat Dayak Bakati saat melakukan pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa tidak mengenal waktu dan hari. Kepercayaan tradisional masyarakat Dayak Bakati juga mempercayai adanya kekuatan gaib yang ada pada diri manusia maupun pada benda-benda tertentu. Masuknya agama resmi yang diakui pemerintah membuat mereka beralih kepercayaan dan memeluk agama resmi tersebut. Adapun bentuk pemujaan masyarakat Dayak Bakati’ terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa dimanifestasikan melalui bentuk upacara tradisional yang hingga kini masih dijalankan. Upacara ini mulai dari upacara daur hidup dan upacara yang berkaitan dengan sistem pertanian. Selain itu juga mereka mengenal adanya upacara membayar niat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain