Text
PAKAIAN ADAT TRADISIONAL DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
PAKAIAN ADAT TRADISIONAL DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
Tidak perlu dipersoalkan masalah pembauran, karena yang nampak menjadi ciri-ciri yang menyolok akibat dari akulturasi antar suku bangsa tersebut adalah hubungan yang saling melengkapi dan menguntungkan. Bentuk pakaian sehari-hari yang telah berakar pada masa lampau perlu diselamatkan walaupun terdapat perubahan sesuai dengan perkembangan jaman maka ada baiknya untuk tetap mempertahankan ciri-ciri khasnya yang dapat membedakannya dengan bentuk pakaian yang lain. Bentuk-bentuk pakaian yang pernah ada dan menjadi model diusahakan agar supaya dapat dihidupkan kembali dengan disesuaikan dengan perkembangan jaman. Bentuk-bentuk pakaian sehari-hari yang telah mengalami perubahan dapat diarahkan sesuai dengan semula tanpa meninggalkan nilai estética pada pakaian tersebut. Keaneka ragaman yang hidup di Betawi pada waktu lalu dan Yakarta pada masa kini sebagai akibat dari adanya penetap-penetap dari berbagai suku bangsa yang mempunyai asal usul dan kebudayaan yang berbeda jangan secara paksa dihilangkan untuk menciptakan kesatuan budaya, tanpa menghilangkan identitas kebudayaan masyarakat Betawi yang ada. Pengaruh yang telah terjadi harus dapat terjalin secara wajar pula sebagai akibat titik pertemuan karena saling menghargai, saling mengerti, saling membutuhkan dan saling menyadari bahwa berada dalam satu lingkungan hidup yang sama.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain