Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of INDERAPURA KERAJAAN MARITIM DAN KOTA PANTAI DI PESISIR SELATAN PANTAI BARAT SUMATERA
Penanda Bagikan

Text

INDERAPURA KERAJAAN MARITIM DAN KOTA PANTAI DI PESISIR SELATAN PANTAI BARAT SUMATERA

IIM IMADUDIN - Nama Orang; M. NUR, M.S - Nama Orang; LIA NURALIA - Nama Orang; SETYA NINGSIH - Nama Orang;

Sejarah Inderapura adalah sejarah panjang kemanusiaan yang terus menerus berdialektika. Nilai-nilai kemanusiaan yang rapuh diterjang napsu dan angkara murka kolonialisme yang menggerogoti kawasan Pantai Barat Sumatera. Dari perjalanan sejarahnya yang panjang bermula dari masa Indrajati, bahkan beberapa abad sebelum masehi, sampai penghujung abad ke-20 ketika berstatus regent terlihat pasang surut kerajaan secara drastis. Puncak kejayaan terjadi terutama pada abad ke-16 dan 18 sebelum pengaruh asing benar-benar menancapkan kekuasaannya. Bermula di tahun 1990-an, kawasan yang disebut “pusat Inderapura” dimasuki kapitalisme modal-modal besar lewat perkebunan sawit dan pembangunan pabrikasi besar, sementara masyarakatnya tetap saja jauh dari kenyataan yang disebut sejahtera. Sejak kehancuran Inderapura karena penguasaan Belanda dan penetapan status regent bagi ahli waris kerajaan, konflik internal makin mengeras. Inderapura yang disebut juga ujung tanah Pagaruyung, menarik untuk dilihat dalam teori “dominasi dan hegemoni”. Minangkabau pastilah sebuah “arus besar” bagi Inderapura yang berada di wilayah periferi. Namun masyarakatnya selalu mengatakan bahwa meski mereka Minangkabau, tetapi mereka memiliki entitas kultural yang lebih tinggi dilihat dari segi eksistensial melalui mitos-mitos yang dibangunnya. 


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKO - 959.8 (950 - 959) IIM I
Penerbit
Sumatera Barat : BKSNT PADANG., 2004
Deskripsi Fisik
vi+144 hlm; 14,5cm x 20,5cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-9388-41-4
Klasifikasi
SKO - 959.8 (950 - 959)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?