Text
H. OEMAR DACHLAN: TOKOH PERS KALIMANTAN TIMUR (HASIL KARYA DAN PEMIKIRANNYA)
Oemar Dachlan, sebagai salah seorang tokoh pers di Kalimantan Timur mempunyai perhatian yang besar terhadap daerahnya. Semangatnya sungguh besar sehingga karya-karyanya sangat berarti bagi masyarakat guna mengetahui tentang keadaan Kalimantan Timur pada masa lalu. Keberadaan surat kabar di Kalimantan Timur telah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan bahkan Kalimantan Timur telah menerbitkan sendiri surat kabarnya walaupun ukuran dan bentuknya sangat sederhana yang dijuluki orang Belanda yaitu surat kabar sapu tangan. Oemar Dachlan yang juga digelar dengan kamus berjalan tentang masa lalu ini memiliki pengalaman suka dan duka dalam menggeluti pekerjaannya dalam bidang persuratkabaran. Berbagai surat kabar telah ada di Kalimantan Timur diantaranya Surat Kabar Persatuan, Masjarakat Baroe, Pewarta Borneo, Meranti, Sampe, Suara Kaltim, Manuntung, Kaltim Post yang kesemuanya itu merupakan sumber informasi bagi masyarakat Kalimantan Timur. Keuletan, kesederhanaan dan pemikiran beliau dapat menumbuhkan semangat dan kemauan para penulis Kalimantan Timur dalam mengembangkan daerahnya.
Translate :
Oemar Dachlan, as one of the press figures in East Kalimantan, has a great concern for his area. His enthusiasm is so great that his works are very meaningful for the public to know about the situation in East Kalimantan in the past. The existence of newspapers in East Kalimantan has existed since the Dutch colonial era and even East Kalimantan has published its own newspaper even though its size and shape are very simple, dubbed as the Dutch handkerchief newspaper. Oemar Dachlan, who was also held with a running dictionary about the past, had the experience of joy and sorrow in his work in the field of correspondence. Various newspapers have existed in East Kalimantan including Newspaper Unity, Masjarakat Baroe, Pewarta Borneo, Meranti, Sampe, Suara Kaltim, Manuntung, East Kalimantan Post all of which are sources of information for the people of East Kalimantan. His tenacity, simplicity, and thoughts can foster the enthusiasm and willingness of East Kalimantan writers to develop their region.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain