Text
CANGKRIMAN
Teka-teki yang merupakan salah satu bentuk sastra lisan dan peristiwa tutur yang masih hidup dikalangan masyarakat Jawa, teristimewa mereka yang tinggal di daerah Yogyakarta. Tujuan dan maksud teka-teki biasanya tersembunyi dalam teks teka-teki yang unik itu, lucu dan aneh. Alangkah sulitnya bagi penebak kalau kurang memiliki daya asosiasi kuat dan interpretasi kuat. Secara harfiah teka-teki yang dikemukakan tadi ragam bahasa Jawa ngoko dan krama. Dan ada pula yang terpengaruh oleh bahasa Indonesia sehingga ada beberapa kata Indonesia dipergunakan di dalamnya. Sebagain besar teka-teki itu menggunakan ragam bahasa Jawa ngoko dan krama, hal itu jelas mengikuti dan menunjukkan bahwa teka-teki dipergunakan untuk tujuan khusus yaitu untuk mengisi waktu senggang di antara anak-anak sambil mengutarakan teka-teki. Dengan menghubung-hubungkan logika maka timbullah asosiasi untuk menebak setepat-tepatnya. Di dalam teka-teki terdapat beberapa sistem nilai yang berguna sekali untuk mempertahankan kemandirian norma-norma, sehingga dapat dikatakan bahwa teka-teki berfungsi pula sebagai pengendalian sosial. Di samping semua yang telah dikemukakan tadi ternyata dalam teka-teki kita dapat memproyeksikan pikiran dan pengalaman kita. Peristiwa-peristiwa yang berbau politik kita jumpai pula di dalamnya. Sehingga bagi mereka yang tidak terlibat peristiwa waktu itu, dapat mengikuti perkembangannya lewat teka-teki. Demikianlah, akhirnya teka-teki yang bersifat kocak dan humor dapat menarik hati orang sehingga orang akan selalu mengingat-ingat. Dengan bahasa yang kadang-kadang tidak jelas logikanya, orang selalu berusaha untuk mengetahui maksudnya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain