Text
HIKAYAT RADEN QODLI SARENG NYI ZAOJAH
HIKAYAT RADEN QODLI SARENG NYI ZAOJAH
Pengkajian dari segi filologi menunjukkan kecacatan-kecacatan yang walaupun tidak prinsip namun terasa menganggu. Kesalahan penentuan guru lagu dan guru wilangan, lebih-lebih kesalahan penetapan pupuh sedikit banyaknya mengganggu penikmatan atas karya ini. Kecacatan yang terdapat dalam HRQZ seperti dikemukakan di atas, bukan berarti isinya cacat pula. Walaupun diakui dari tinjauan sastra, khususnyasub alur dan latar, memiliki pula kelemahan-kelemahan. Namun hal itu tidak menjadikan tema atau nilai (budaya) yang terkandung di dalamnya turut cacat pula. Sementara itu, tinjauan dari segi nilai menunjukkan gambaran budaya yang berlaku pada masa itu, dan nuansa budaya Islam yang dominan. Namun demikian jejak-jejak budaya lokal pun masih nampak. Sosok tokoh Nyi Zaojah dijadikan media guna menunjukkan status wanita dalam pandangan Islam, ternyata memiliki derajat yang sama. Tidak ada yang merendahkan atau saling meninggikan, keduanya saling mengisi. Syariat atau lebih khusus lagi hukum (Islam) dicoba diketengahkan pada naskah HRQZ ini. Bentuk hukum rajam dan qisos dikemukakan dengan agak mendetail. Kemudian tidak ketinggalan konsep budaya mistis pun turut mewarnai. Ketinggian dan kedalaman ilmu (agama) seseorang diukur oleh penguasaan hal-hal yang bersifat supernatural memperkuat dugaan tersebut.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain