Text
PEMUKIMAN TIONGHOA DI ISNGKAWANG DAN SEKITARNYA DARI MASA KONGSI HINGGA MASA KOLONIAL ( ABAD KE-19 SAMPAI AWAL ABAD KE-20)
Kota Singkawang merupakan kota pesisir yang tumbuh sebagai pengaruh dari eksistensi komunitas Tionghoa yang membentangkan struktur elemen-elemen daerah asalnya dalam bangunan kota yang dihuninya dalam bentuk permukiman, jalan, serta pasar.
Adaptasi dengan lingkungan asli di pesisir barat Borneo serta adopsi dari pola arsitektur budaya asli mereka di Tiongkok menghasilkan pola permukiman Tionghoa di Singkawang menjadi sebuah bentukan yang tidak sama persis dengan daerah asalnya di Tiongkok.
Permukiman Tionghoa sampai abad ke-19 terbentuk berdasarkan pengaruh Tiongkok baik dari bentuk bangunan, struktur permukiman, posisi kelenteng dan jaringan jalan
Pola permukiman Tionghoa yang ada di Singkawang terbagi menjadi dua. Pertama, tipe permukiman pasar yang merupakan gabungan dari tempat tinggal sekaligus sebagal pusat transaksi komersial. Permukiman ini berdiri pada tempat yang dianggap/menjadi strategis. Cirinya adalah bentuk bangunan yang rapat satu dengan lainnya dan komoditi yang diperdagangkan. Kedua, permukiman terpisah. Biasanya dihuni oleh petani atau nelayan. Dibandingkan dengan permukiman pasar, permukiman ini lebih banyak mengadaptasi bentuk permukiman setempat. Sebagal contohnya adalah bahan bangunan serta sedikit struktur bangunan serta konsep ruang.
Penataan infratruktur di Singkawang dipengaruhi dua kondisi; politik dan ekonomi. dinamika posisi Singkawang yang secara administratif.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain