Text
PERJUANGAN ETNIS DAYAK MENENTANG PENJAJAHAN BELANDA DI KERAJAAN SINTANG
**Versi singkat:**
Kedatangan Belanda ke Sintang pada tahun 1822 melalui perjanjian dengan raja setempat membuka jalan bagi penguasaan ekonomi rakyat secara monopoli dan menindas. Kondisi ini memicu perlawanan rakyat yang dipimpin Pangeran Kuning (Ade Hasan Suryapati), yang berhasil melawan pasukan Belanda pada tahun 1867 dengan dukungan masyarakat Dayak.
Setelah wafatnya pemimpin tersebut, perlawanan sempat mereda, namun kembali bangkit pada tahun 1874 oleh masyarakat Dayak Ketungau di bawah pimpinan Pandong. Mereka melakukan serangan terhadap aktivitas Belanda di wilayah sungai sekitar Sintang.
Belanda kemudian melakukan operasi militer besar-besaran untuk menumpas perlawanan tersebut, yang ditandai dengan pertempuran sengit di wilayah Sungai Mensiku dan penghancuran permukiman masyarakat. Peristiwa ini menunjukkan kuatnya perlawanan rakyat lokal terhadap penindasan kolonial Belanda.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain