Text
THE SERAWAK MUSEUM JOURNAL
Dalam empat dekade terakhir, Sarawak berubah dari wilayah pedesaan, agraris, dan berpenghasilan rendah menjadi ekonomi menengah yang modern dan perkotaan, dengan fokus pada jasa dan manufaktur. Banyak pekerja pindah dari desa dan rumah panjang ke kota-kota, didorong oleh akses pendidikan menengah yang lebih luas dan infrastruktur yang lebih baik. Pertanian skala kecil sebagian besar stagnan atau menurun, digantikan oleh perkebunan kelapa sawit dan industri kayu. Transformasi ini juga menarik banyak pekerja pertanian dari Indonesia, sekaligus menimbulkan tantangan lingkungan yang serius.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain