Text
IBUMI KISAH-KISAH DARI TANAH DI BAWAH PELANGI
Ke-100 puisi dalam buku ini merupakan puisi lirik yang secara tak langsung berbeda dengan puisi tunggal. Puisi tunggal ialah ekspresi individual atau puisi murni. Ia juga bukan folklor yang merupakan narasi atau kisahan. Puisi lirik berdiri di antara puisi individual dan pengisahan folklor.
Dalam puisi aku-lirik yang umum, si aku-lirik menceritakan pengalaman-pengalamannya yang kemudian mewujud dalam karya (aku-lirik personal) sebagaimana, misalnya, dalam karya-karya Sapardi Djoko Damono.
Dalam "Puisi Kisah Nusantara" ini aku-lirik tak hanya berterus-terang dengan aku-nya. Sebab, selain bercerita tentang dirinya, ia juga kadang bercerita atas nama yang lain dan mengandaikan sesuatu yang kolektif. Itulah bedanya dengan aku-lirik-nya WS Rendra, Sapardi Djoko Damono, maupun Chairil Anwar yang berhenti untuk menceritakan tentang dirinya sendiri.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain