Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of SEJARAH SENI RUPA SUMATERA UTARA KAJIAN KEHIDUPAN SENI RUPA DI MEDAN TAHUN 1945-2005 ( SEBUAH OBSERVASI HISTORIS )
Penanda Bagikan

Text

SEJARAH SENI RUPA SUMATERA UTARA KAJIAN KEHIDUPAN SENI RUPA DI MEDAN TAHUN 1945-2005 ( SEBUAH OBSERVASI HISTORIS )

MULYONO - Nama Orang; SRI HARTINI - Nama Orang; AMRAN EKOPRAWOTO - Nama Orang;

Secara umum dapat dikatakan bahwa seni merupakan cara komunikasi yang universal bagi manusia dan tidak terbatas dengan waktu ataupun masa. Justru keuniversalannya inilah manusia membutuhkan seni, yang penting bagaimana caranya sehingga manusia menyadari peranan ini. Perjalanan pertumbuhan kesenian di daerah ini terasa lamban hal ini merupakan tantangan yang dihadapi. Persoalan yang harus dijawab ialah bagaimana wawasan seni ini dapat menyentuh para apresiator seni, sehingga diharapkan kegiatan kreativitas terus menggema dan berkembang dengan baik Seniman seni rupawan dihadapkan dengan berbagai tantangan untuk ini diperlukan sikap untuk merambah dunia seni. Dan pemahaman seni ini kiranya berkaitan dengan kemampuan apresiasi masyarakat yang menjadi konsumen. Karya seni terlahir dari sentuhan jiwa seorang seniman, melalui berbagai pengolahan media yang tidak terbatas, alat mapun teknik ungkapannya. Dan kelahiran karya seni senantiasa menampilkan hal-hal yang khas dan keunikan dari setiap pribadi si penciptanya. Seni lukis baru Indonesia yang baru berkembang belum seutuhnya dipahami oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah untuk ini diperlukan kekuatan yaitu warisan budaya sebagai landasan pembentuk watak seorang manusia. Hal ini berdasar pada hubungan manusia itu dengan realitas di sekelilingnya, di dalamnya terkandung hubungan kejiwaan antara intuisi manusia, emosi dengan realitas yang tak terumuskan. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan perjalanan seni lukis di daerah Sumatera Utara dapatlah diambil suatu rantai perjalanan seni lukis Medan. Yang diawali dengan kehadiran Angkatan Seni rupa Indonesia (ASRI 45) memiliki peranan ganda dalam perkembangannya, pada satu sisi berperan untuk meningkatkan mutu karya seni lukis dan wadah para pelukis. Pada sisi lain peran serta pelukis dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia melalui aktivitas berkesenian serta membuat poster-poster perjuangan untuk menanamkan rasa cinta tanah air. Dalam kiprahnya ASRI 45, sebagai organisasi kesenirupaan tidak pernah goyah terhadap pergolakan politik yang menyeret lembaga seni tunduk dan patuh pada satu partai politik yang berkuasa pada saat itu, sebab kelibatan politik dalam seni sangat berpengaruh. Keberadaan SIMPASSRI sebagai wadah para pelukis memberi babak baru dalam perkembangan pertumbuhan kehidupan senirupa; dan peranannya cukup berarti dalam menngisi perkembangan kehidupan senirupa di daerah ini pada dekade tahun 1970 sampai tahun 1985. Kehidupan pertumbuhan dan perkembangan seni lukis di medan memperlihatkan dinamikan, kehadiran ASRI 45 (Angkatan Seni Rupa Indonesia-45) menamakan kesadaran makna kemerdekaan yang memiliki cita rasa ekspresi bagi para pelukis dalam ungkapan karyanya dengan tema: Romatik naturalis-realistik. Dekade tahun 1960-an, merupakan masa kejayaan partai politik yang sangat mempengaruhi kehidupan dunia seni yang dijadikan alat politik. Peristiwa G.30 S/PKI menjadi babak baru bagi kehidupan seni lukis di daerah ini. Kehadiran SIMPASSRI (Simpaian Seniman Seni Rupa Indonesia), sebagai langkah terobosan bagi para pelukis terbebas dari pengaruh politik. Periode tahun 1980-an, menjadi kebangkitan dinamisasi kehidupan seni yang melandasi peningkatan pertumbuhan seni lukis di daerah ini dan menjelajahi. Berbagai aktivitas dalam menghidupkan seni Seni lukis, diselenggarakan pameran bersama, seni lukis, Seni Eksperimental, Seni Instalasi, Festival Seni Medan dan aktivitas diskusi seni.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKE - 900.730 (900-909) AMR S
Penerbit
Nanggroe Aceh Darussalam : BALAI PELESTARIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL BANDA ACEH., 2007
Deskripsi Fisik
vi + 104hlm; 16cm x 20cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SKE - 900.730 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?