Text
PERAN ANAK NAGARI PADA MASA PERANG STUDI KASUS NAGARI SITUJUAH BATUA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA DALAM PERISTIWA PDRI DAN PRRI (1948-1966)
Buku Peran Anak Nagari pada Masa Perang: Studi Kasus Nagari Situjuah Batua Kabupaten Lima Puluh Kota dalam Peristiwa PDRI dan PRRI 1948-1966 membahas keterlibatan masyarakat lokal, khususnya generasi muda (anak nagari), dalam dinamika perjuangan politik dan militer di daerah. Fokus kajian berada di Nagari Situjuah Batua, yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Buku ini menjelaskan bagaimana kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Minangkabau membentuk semangat perjuangan serta solidaritas kolektif dalam menghadapi situasi konflik nasional. Dalam konteks peristiwa Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), masyarakat nagari berperan penting sebagai pendukung logistik, penyedia perlindungan, serta bagian dari jaringan komunikasi perjuangan ketika pemerintahan darurat dijalankan di Sumatera Barat. Sementara pada masa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), buku ini mengulas posisi dan dilema masyarakat lokal yang terlibat atau terdampak konflik antara pemerintah pusat dan daerah. Anak nagari digambarkan tidak hanya sebagai pelaku perjuangan bersenjata, tetapi juga sebagai penjaga stabilitas sosial di tengah situasi politik yang tidak menentu. Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa peran masyarakat akar rumput sangat menentukan dalam peristiwa sejarah nasional. Melalui studi kasus ini, pembaca diajak memahami bahwa sejarah perjuangan tidak hanya disetentukan oleh tokoh besar di tingkat pusat, tetapi juga oleh kontribusi masyarakat desa yang mempertahankan nilai kebersamaan, keberanian, dan tanggung jawab terhadap tanah kelahiran mereka.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain