Text
SISTEM EKONOMI TRADISIONAL DI WILAYAH DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA SEBAGAI PERUJUDAN TANGGAPAN AKTIF MANUSIA TERHADAP LINGKUNGANNYA
Daerah cendet dan pasar minggu, pada mulanya mempunyai identitas yang sama dalam sistem ekonomi tradisional, yakni dengan sistem perladangan secara berpindah-pindah, dan kemudian baru secara menetap sejak adanya pengaruh pertanian persawan yang diperkenalkan oleh orang-orang pendatang dari jawa yang mengatut agama islam pada masa Falatehan,dan lebih tegas lagi pada waktu prajurit Mataran di bawah pimpinan Sultan Agung merebut Jakarta. Sistem pertanian persawahan itu di perkenalkan ke daerah Jawa Barat, dan untuk daerah Condet dan pasar minggu di terapkan dalam sistem pertanian dalam perkebunan buah-buahan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain