Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KAMPUNG DALAM KAUM PUSAT KERAJAAN SAMBAS DAN PERKEMBANGAN KABUPATEN SAMBAS (SUATU TINJAUAN SEJARAH)
Penanda Bagikan

Text

KAMPUNG DALAM KAUM PUSAT KERAJAAN SAMBAS DAN PERKEMBANGAN KABUPATEN SAMBAS (SUATU TINJAUAN SEJARAH)

ANITA - Nama Orang;

Kerajaan Sambas yang terletak di Kabupaten Sambas tepatnya di daerah Kampung Dalam Kaum mempunyai letak geografis yang sangat strategis dan menghasilkan komoditi yang sangat penting bagi perdagangan di wilayah nusantara dan luar nusantara, sehingga banyak para pedagang mengunjungi daerah tersebut untuk bermukim dan mendirikan perkampungan bagi suku bangsa dan bangsa asing yang berorientasi dengan pedagang tersebut berasal. Hal ini terjadi karena sikap sultan yang terbuka menerima kedatangan berbagai suku bangsa asing di daerah mereka. Dengan berkembang Kabupaten Sambas dapat membuat jalur perdagangan yang semakin ramai dengan masuknya kapal-kapal nusantara dan kapal asing ke pelabuhan Sambas dengan membawa barang-barang dagangan untuk dipasarkan di daerah Kabupaten Sambas. Mereka mendirikan perkampungan setelah mendapatkan izin dari Sultan sehingga pada masa itu banyak didirikan kampung yang berorientasi pada daerah atau negara dari pedagang tersebut berasal, diantaranya Kampung Dagang, Kampung Bugis, Kampung Pasar Melayu, Kampung Jawa. Hubungan antara unit terjadi lewat komunikasi, mulai dari hubungan perkawinan, perang, diplomasi sampai pada pelayanan dan perdagangan. Dengan adanya kontrak antara Sultan Sambas dengan Maskapai Dagang Hindia Timur (VOC) hubungan berlanjut dengan rentang waktu yang amat panjang. Dengan runtuhnya VOC sebagai kekuatan ekonomi dan politik dengan pengalihan tanggungjawab kepada Pemerintahan Kolonial Belanda, membawa akibat sosial, ekonomi, dan politik yang cukup besar. Fenomena ini mewarnai aspek kehidupan masyarakat Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sambas yang multi etnik.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
959.8 (SEJARAH) ANI
Penerbit
Kalimantan Barat : BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PONTIANAK., 2002
Deskripsi Fisik
iv + 89hlm; 27cm x 20cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
959.8 (SEJARAH)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?