Text
SASTRA INDONESIA MODERN DI KALIMANTAN SELATAN SEBELUM PERANG (1930-1945)
Tahun 1930-an, ketika sastrawan Kalsel zaman Belanda (1930-1942) mulai mempublikasikan karyanya, para pemuda Tanah Air sedang dimabuk euforia Sumpah Pemuda, yang diikrarkan dalam Kongres Pemuda di Jakarta, 28 Oktober 1928. Dan dipahami jika berita, feature, opini dan karya sastra di surat kabar dan majalah republiken saat itu dimuati semangat Sumpah Pemuda, ide-ide nasionalisme, dan gagasan Indonesia merdeka. Dalam memperjuangkan kemerdekaan Tanah Air, sastrawan Kalsel zaman Belanda (1930-1942) maupun zaman Jepang (1942-1945) aktif menulis karya sastra yang menggungah rasa cinta kepada tanah air dan perlawanan terhadap kolonialisme. Hal tersebut menjadi bukti, bahwa kesustraan Indonesia modern di Kalsel adalah bagian tak terpisahkan dari kesusastraan Indonesia modern. Sastra Indonesia modern di Kalsel identik dengan sasatra koran/majalah dan sastra buku. Sastra koran/majalah adalah karya sastra yang dipublikasikan di koran/majalah, sedangkan sastra buku adalah karya saastra yang dipublikasikan dalam bentuk buku. Menggali dan mengumpulkan lagi harta karun sastra Indonesia modern di Kalsel sebelum perang ini sesungguhnya merupakan pekerjaan besar, amat disayangkan apabila tidak ada pihak yang melakukannya, sekurangnya dalam bentuk sederhana.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain